Rahasia Sukses Rinaldy Yunardi yang Karyanya Dipakai Beyonce dan Madonna

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 23 Agu 2019 16:30 WIB
Desainer aksesori Rinaldy A. Yunardi yang karyanya telah mendunia. (Foto: Mohammad Abduh/Wolipop) Desainer aksesori Rinaldy A. Yunardi yang karyanya telah mendunia. (Foto: Mohammad Abduh/Wolipop)

Jakarta -

Rinaldy Yunardi mengecap kesuksesan besar ketika aksesori buatannya menghiasi penampilan para selebriti A-list dunia. Sebut saja Madonna, Beyonce, Lady Gaga, Taylor Swift dan daftar tersebut terus bertambah. Namun, itu semua tidak dicapai secara instan.

"Ini bukan kisah sukses yang didapat dalam semalaman," ungkap Faye Liu, pendiri The Clique, kepada Wolipop jelang peragaan karya Rinaldy Yunardi di Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2019, Rabu (21/8/2019).


Lady Gaga memakai anting Rinaldy Yunardi untuk promo produk makeup terbarunya.Lady Gaga memakai anting Rinaldy Yunardi untuk promo produk makeup terbarunya. (Foto: Instagram/@ladygaga)

Berbasis di Hong Kong, The Clique merupakan semacam brand management dan agensi humas yang meliputi pengarah gaya, konsultan fashion yang mengatur strategi untuk brand image, positioning dan pemasaran untuk mengoptimalkan komunikasi satu brand.

The Clique lah yang turut membuka pintu bagi Rinaldy sehingga karyanya bisa sampai ke para selebriti dunia. Namun bagi Faye, itu mustahil terjadi tanpa kerja keras dari Rinaldy sendiri sebagai seorang artisan.

"Banyak orang yang datang dan minta bantuan saya supaya karyanya bisa dipakai selebriti terkenal. It doesn't work like that. Kamu harus asah craftsmanship-mu dulu seperti yang dilakukan Rinaldy," ungkap Faye.

Karya Rinaldy Yunardi yang terinspirasi dari Rumah Gadang dipamerkan di JFFF 2019.Karya Rinaldy Yunardi yang terinspirasi dari Rumah Gadang dipamerkan di JFFF 2019. (Foto: Moh. Abduh/Wolipop)



Menurut Faye, desainer yang punya sapaan akrab Yungyung itu memiliki keunikan tersendiri lewat talenta dan ketrampilannya yang memukau. Faye juga mengagumi etos kerja Rinaldy yang pantang menyerah dan ada keingingan untuk terus belajar.

Dimulai dari pertemanan, kemitraan mereka sudah sudah terjalin sejak 2014. Penyanyi Jepang Ayumi Hamasaki menjadi selebriti internasional pertama yang berhasil didapat Rinaldy dan Faye. Dari situ, Rinaldy yang telah berkarya sejak 23 tahun lalu mulai mendapat sorotan meski awalnya sempat dipandang sebelah mata.

"Salah satu tantangan di awal adalah betapa susahnya untuk bisa diperhatikan. Ketika mendengar Indonesia, banyak artis yang berpikir Indonesia itu negara dunia ketiga," ungkap perempuan yang pernah tinggal di Jakarta semasa mudanya.


[Gambas:Instagram]

Namun, talenta dan kerja keras tak pernah mengkhianati hasil. Dengan sedikit intrik, Faye akhirnya berhasil mengantarkan mahakarya Rinaldy ke tangan selebriti dunia. "Saya melakukan semacam reverse psychology. Jika ada selebriti yang lagi cari aksesori, saya tidak akan memberi tahu nama desainer dan mengirim barangnya ke mereka. Tim mereka harus datang ke Hong Kong untuk melihatnya langsung supaya terkesan eksklusif," ungkap Faye.

Rinaldy bukan satu-satunya desainer Indonesia yang ditangani Faye. Ia juga menaungi Monica Ivena dan Mety Choa. Tex Saverio, yang karyanya juga pernah dipakai Lady Gaga, turut menjadi salah satu klien The Clique.

Menurutnya, banyak desainer Indonesia yang bertalenta dan memiliki peluang yang sama untuk bisa sesukses Rinaldy. "Fokus pada craftsmanship menjadi salah satu resep sukses paling utama. Perlu diingat juga, bahwa fashion itu bisnis. Jadi harus pintar-pintar dalam menyeimbangkan idealisme sebagai desainer dengan urusan uang," tambah Faye.



Simak Video "Rinaldy Yunardy Ubah Tania Nadira Jadi Ratu Semalam"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)