Saat Untaian Kata Cinta Pramoedya Ananta Toer Menjadi Perhiasan Cantik

Daniel Ngantung - wolipop Rabu, 07 Agu 2019 08:46 WIB
Koleksi perhiasan terbaru Tulola Jewelry. (Foto: Dok. Tulola Jewelry) Koleksi perhiasan terbaru Tulola Jewelry. (Foto: Dok. Tulola Jewelry)

Jakarta - Satu lagi koleksi perhiasan terbaru dari Tulola Jewelry. Dikenal dengan koleksi perhiasan yang bergaya etnik, Tulola kali ini mencoba menawarkan sesuatu yang unik.

Bertajuk 'Perjalanan, Kenangan', koleksi ini merupakan kilas bailk Tulolo selama 11 tahun berkarya. Tulola yang digawangi oleh tiga perempuan, Happy Salma, Dewa Sri Luce dan Franka Franklin, menggali inspirasi dari koleksi terdahulu yang dibuat sejak brand tersebut berdiri pada 2007.

Seolah terlahir kembali, koleksi tersebut hadir dengan daya tarik tersendiri sesuai konteks masa kini. "Beda waktu, beda pula emosinya sehingga menghasilkan karya yang menarik dan sarat makna meski temanya sama," ujar Sri Luce, sang desainer perhiasan, saat peluncuran koleksi itu di The Dharmawangsa Hotel, Selasa (6/8/2019).


Saat Untaian Kata Cinta Pramoedya Ananta Toer Menjadi Perhiasan CantikFoto: Dok. Tulola Jewelry

Salah satu koleksi lama yang diangkat kembali adalah 'Perempuan Dalam Bumi Manusia' (2014) yang diangkat dari novel karya sastrawan ternama Tanah Air Pramoedya Ananta Toer.

Novel yang pertama kali diterbitkan pada 1980 itu mengetangahkan kisah cinta berlatar zaman kolonial antara pribumi bernama Minke dengan Annelies yang berdarah Belanda. Novel tersebut juga diadaptasi ke layar lebar tahun ini dengan Iqbaal Ramadhan sebagai bintangnya.

Berbeda dari koleksi terdahulu yang lebih menuangkan emosi pada bentuk, Tulola secara terang-terangan mengaplikasikan kata-kata dari surat cinta Minke untuk Annelies dalam ragam perhiasan yang penuh pernyataan (statement jewelry).

Tulola Jewelry yang terinspirasi dari Pramoedya Ananta ToerTulola Jewelry yang terinspirasi dari Pramoedya Ananta Toer Foto: Daniel Ngantung/Wolipop


Maka hadirlah cincin dan anting yang dihiasi kalimat romantis seperti "Cinta itu indah begitu juga kebinasaan yang membuntutinya. Orang harus berani menanggung akibatnya". Kalimat yang sama juga menjelma sebagai anting dan kalung.

Material yang digunakan antara lain campuran perak murni dan alloy, dengan sepuhan emas 18K (untuk nuansa gold) atau white platinum. "Tantangannya adalah bagaimana membuat perhiasan ini terasa tetap ringan, bisa dipakai dengan nyaman, tak gampang putus atau bengkok. Jadi craftsmanship dari tim di studio sangat total saat membuat koleksi ini," kata Franka yang bertanggung jawab untuk urusan bisnis Tulola.

Proses pengerjaan diawali dengan menulis ulang kalimat yang diinginkan untuk dijadikan stensil. Perajin lalu mengukir material sesuai dengan stensil tersebut. Begitu detailnya, pembuatan satu perhiasan bisa menelan waktu sampai tiga minggu. Itu mengapa pula, Tulola hanya menciptakan satu sampai dua perhiasan untuk desain yang sama.

Saat Untaian Kata Cinta Pramoedya Ananta Toer Menjadi Perhiasan CantikFoto: Dok. Tulola Jewelry


Ada pula koleksi Tanah Air yang juga mencuri perhatian dengan kata-kata yang menggaungkan semangat patriotisme sepert "Tanah Air" dan "Bhineka Tunggal Ika". "Jenis tulisannya terinspirasi dari poster-poster kemerdekaan di era 1960-an sehingga menciptakan kesan retro," ungkap Sri Luce.

Koleksi tersebut baru tersedia tiga bulan lagi dari harga Rp 4 jutaan. Untuk sementara ini, pecinta Tulola dapat menikmatinya dalam sebuah pameran yang tersaji lewat instalasi karya Iskandar Ludin di The Dharmawangsa Hotel sampai 8 Agustus mendatang.

Saat Untaian Kata Cinta Pramoedya Ananta Toer Menjadi Perhiasan CantikFoto: Dok. Tulola Jewelry





Simak Video "Wow! Topi 3 Dimensi Ini Terbuat dari Kristal"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/agm)