Diprotes, Kim Kardashian Tetap Pakai 'Kimono' untuk Brand Underwear

Hestianingsih - wolipop Minggu, 30 Jun 2019 10:30 WIB
Kim Kardashian tetap pakai Kimono sebagai brand underwear. Foto: Instagram Kim Kardashian Kim Kardashian tetap pakai Kimono sebagai brand underwear. Foto: Instagram Kim Kardashian

Jakarta - Penggunaan nama 'Kimono' sebagai brand pakaian dalam memicu kontroversi, terutama di kalangan masyarakat Jepang. Setelah netizen ramai-ramai memprotes Kim Kardashian karena mendaftarkan 'Kimono' sebagai merek dagang, kini langkah lebih serius dilakukan.

Saat ini muncul petisi di platform Change.org yang menuntut agar Kim Kardashian mengganti nama brand pakaian dalam yang baru saja diluncurkannya, Kimono Solutionwear. Sampai saat ini, sudah ada 30 ribu orang yang menandatangani petisi tersebut.

"Saya tidak ingin kata itu dipakai untuk nama brand pakaian dalam. Dalam bahasa Jepang 'kimono' artinya pakaian," demikian tertulis dalam petisi.



Namun Kim Kardashian bergeming. Bintang reality TV dan pengusaha itu tetap pada pendiriannya mendaftarkan 'kimono' sebagai merek dagang. Tak hanya untuk pakaian dalam, nantinya Kimono juga akan digunakan untuk produk koper, wewangian dan sendal.

Kim Kardashian.Kim Kardashian. Foto: Getty Images, AFP


Menyadari kontroversi dan penolakan yang timbul, Kim Kardashian mengeluarkan pernyataan tertulis melalui The New York Times. Menurut wanita 38 tahun ini, ia memilih kata Kimono sebagai representasi akan keindahan dan detail pada kain.

Kim Kardashian juga menjelaskan bahwa tidak ada niatan sedikit pun untuk menjual produk yang menghina pakaian tradisional Jepang tersebut.

"Saya mengerti dan sangat menghormati kimono dalam budaya Jepang," tulisnya.

Menanggapi isu 'kimono' sebagai merek dagang, Kim menjelaskan bahwa penggunaan kata itu dimaksudkan sebagai identitas brand yang membedakan produk lingerie dan pakaian dalam miliknya dari brand yang memproduksi produk sejenis. Bukan semata-mata untuk membuat 'kimono' jadi hak perorangan.

"Saya tidak akan melarang siapa pun membuat kimono atau menggunakan kata 'kimono' jika itu berkaitan dengan kain tradisional (Jepang)," tutup Kim.

Simak Video "Unjuk Gigi Desainer Lokal di Banyuwangi Fashion Festival"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/eny)