Dijual Rp 3,3 Juta, Begini Proses Pembuatan Sneakers Nike x Indomie

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 26 Jun 2019 15:41 WIB
Desain Nike x Indomie kreasi ilustrator Arif Wahyudi. Foto: Instagram/@arifwhy, @mr.s.custom Desain Nike x Indomie kreasi ilustrator Arif Wahyudi. Foto: Instagram/@arifwhy, @mr.s.custom

Jakarta - Jonathan Gustana dan Arif Wahyudi tak pernah menyangka, keisengan mereka memodifikasi sneakers Nike Air Jordan 1 dengan gambar bungkus Indomie Goreng bisa jadi kesempatan untuk membuka lahan bisnis.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu akun @arifwhy dan @mr.s.custom jadi viral setelah mem-posting desain sneakers Nike Air Jordan 1 x Indomie. Ide membuat sneakers unik tersebut berawal dari ketertarikan Jonathan, atau yang akrab disapa Jonas, untuk mengubah kreasi Arif yang awalnya hanya berupa desain jadi nyata.

"'Saya boleh minta bikinin desain Indomie inikah? Saya bikin detailnya ya?' Namanya juga desain 'kan harus minta izin dari yang bersangkutan. Saya langsung bikin dan posting. Iseng saja buat mengisi waktu luang," ucap Jonas menceritakan awal mula ia membuat sneakers Nike x Indomie dari desain yang dibuat Arif.


Kepada Wolipop, Jonas pun menjelaskan proses modifikasi Nike Air Jordan 1 menjadi sepatu unik yang kini viral di kalangan pencinta sneakers.
Dijual Rp 3,3 Juta, Begini Proses Pembuatan Sneakers Nike x IndomieFoto: Instagram @mr.s.custom

"Prosesnya pertama, sepatu harus dibersihkan terlebih dahulu menggunakan aseton, karena setiap sepatu itu ada protective layer-nya biar bisa dicuci dan dibersihkan lagi. Kalau mau cat ulang, itu harus di-remove dulu biar semua cat bisa hilang," jelasnya.

Selanjutnya, ke tahapan persiapan, yakni sneakers didiamkan selama kurang lebih 1-2 jam sampai kering. Lalu, sepatu dilapisis cat khusus material kulit agar permukaannya tak mudah pecah.


"Selesai itu di-coating agar bisa anti air dan tahan lama. Dan langsung dibikin desainnya ke sepatu," tuturnya.

Pengerjaan satu pasang sneakers membutuhkan waktu selama 5-8 jam dari awal proses hingga finishing dan detailing. Perlu waktu lama, karena setiap tahapannya harus dilakukan secara detail.
Dijual Rp 3,3 Juta, Begini Proses Pembuatan Sneakers Nike x IndomieFoto: Instagram @arifwhy

"Kalau asal bikin hanya 2-3 jam bisa selesai. Tapi kalau buat detailing makan waktu juga dan harus rapi," tutur Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura, ini.

Kisaran harga sepatu modifikasi kreasi Jonas dibanderol Rp 1,6 juta - Rp 2 jutaan. Penambahan karakter atau detail akan membuat harga sneakers lebih mahal, bisa mencapai Rp 4jutaan.

Khusus untuk sneakers Nike x Indomie, Jonas mematok harga Rp 3,3 jutaan.

"Harganya sekitar Rp 2 juta untuk sepatunya, lalu biaya desain sekitar Rp 1,3 juta. Jadi total 3,3 juta," ucapnya.
Dijual Rp 3,3 Juta, Begini Proses Pembuatan Sneakers Nike x IndomieFoto: Instagram @arifwhy

Jonas kemudian menceritakan tentang asal usul akun Instagram @mrs.s.custom, yang ia fungsikan sebagai platform untuk mempromosikan produk hasil kreasinya.

"Cuma berawal dari iseng-iseng. Saya membuat kado untuk pacar saya. Dulunya akun itu akun personal, tapi setelah bikin desain sepatu itu, kini berubah menjadi akun komersil," kata Jonas.

Para pelanggan sepatu kustom Jonas rata-rata berasal dari Singapura. Menurutnya menjalani bisnis sepatu kustom cukup membantunya menambah penghasilan selama berada di negeri orang.


Dijual Rp 3,3 Juta, Begini Proses Pembuatan Sneakers Nike x IndomieJonathan Gustana, desainer pembuat sneakers Nike Air Jordan 1 x Indomie. Foto: Instagram @mr.s.custom

"Desainnya berdasarkan permintaan aja. Saya kerjakan sambil menunggu wisuda, bisa buat cari uang jajan juga. Kalau fulltime nanti mau cari-cari lagi. Soalnya baru lulus kuliah dua minggu yang lalu," ujarnya.

Sejak sneakers Nike Air Jordan 1 x Indomie jadi viral, Jonas mengaku kebanjiran order untuk modifikasi desain sepatu. Jika sebelumnya ia hanya terima orderan sekitar 2-3 sepatu per minggu, kini bertambah hampir dua kali lipat.

"Sekarang sudah jauh beda. Semenjak desain Nike x Indomie viral, ada saja setiap hari yang mau custom via Instagram. Tetapi saya juga belum bisa ambil orderan karena banyaknya permintaan. Sehari ada 5-6 orang. Tidak mungkin saya bisa kerjakan semua," kata Jonas yang saat ini menutup sementara pemesanan sampai Juli 2019. (hst/hst)