Sneakers Nike Didaur Ulang Jadi Heels, Yay or Nay?

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 20 Jun 2019 13:34 WIB
Sneakers Nike didaur ulang jadi heels. (Foto: Instagram/@ancutasarca) Sneakers Nike didaur ulang jadi heels. (Foto: Instagram/@ancutasarca)

London - Industri fashion sering disebut-sebagai salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia. Berbagai upaya pun dilakukan untuk meminimalisir polusi tersebut. Mendaur ulang sneakers lama menjadi heels mungkin bisa menjadi salah satu caranya.

Seperti yang dilakukan seorang desainer bernama Ancuta Sarca. "Aku ingin menempatkan sneakers pada lanskap berbeda dan memberinya fungsi yang baru, terasa elegan dan feminin, dengan sesuatu yang melampaui batas," ujar Ancuta kepada i-D.


[Gambas:Instagram]


Semuanya bermula saat desainer berdarah Rumania itu sedang berbenah menjelang pindahan. Ia mendapati banyak koleksi sneakers Nike lamanya yang menumpuk. Alih-alih dibuang, ia 'menyulap' sneakers tersebut menjadi sepatu perempuan model kitten heels yang stylish. Kitten heels adalah semacam high heels tapi haknya lebih pendek, dengan ujung depan sepatu yang lebih memanjang.

Dari sejumlah karya kreatifnya yang dipajang di Instagram, tampak beberapa heels dibuat dari sepatu lari Nike berwarna neon. Tali sneakers tetap dipertahankan sehingga tetap terasa sporty. Kesan feminin dan sporty yang saling bertabrakan lantas menciptakan keunikan tersendiri.

"Aku selalu suka elemen estetikanya dan Nike juga punya peranan penting dalam sejarah pakaian olahraga. Logonya terlihat jenaka jika ditampilkan pada heels," ungkap Ancuta tentang alasannya memakai sneakers keluaran Nike untuk didaur ulang.

[Gambas:Instagram]


Tak sedikit yang memuji karya Ancuta di Instagram. Kalau menurut kalian, yay or nay?

Terlepas dari hasil akhirnya, kekreativitasan Ancuta Sarca patut diacungi jempol dan bisa menginspirasi kita dalam menangani sampah fashion yang belakangan menjadi isu global.

Menurut data Planet Aid, rata-rata satu orang Amerika Serikat menghasilkan sampah pakaian 37 kilogram per hari. Itu artinya, 11 juta ton limbah fashion diproduksi hanya dari negara itu saja. Bisa dibayangkan berapa kisaran polusi dari industri ini dalam skala global?

Mendaur ulang pakaian dan produk fashion lainnya diyakini sebagai salah solusi yang tepat untuk menangani masalah limbah ini. Terutama sepatu yang membutuhkan 1.000 tahun agar bisa terurai. (dtg/dtg)