5 Fakta Miliuner ASOS yang 3 Anaknya Jadi Korban Tewas Bom Sri Lanka

Eny Kartikawati - wolipop Rabu, 24 Apr 2019 12:15 WIB
Anders Holch Povlsen dan istrinya, Anne Holch Povlsen, kehilangan tiga anak mereka yang jadi korban bom Sri Lanka.Foto: Tariq Mikkel Khan / Ritzau Scanpix / AFP Anders Holch Povlsen dan istrinya, Anne Holch Povlsen, kehilangan tiga anak mereka yang jadi korban bom Sri Lanka.Foto: Tariq Mikkel Khan / Ritzau Scanpix / AFP

Denmark -

Miliuner Denmark yang juga dikenal sebagai bos ASOS Anders Holch Povlsen kehilangan anak-anaknya yang jadi korban tewas bom Sri Lanka. Bom yang mengguncang Sri Lanka pada Minggu (21/4/2019) di saat umat Kristiani merayakan Paskah, membuat tiga dari empat anak sang miliuner meninggal dunia.

Seperti dikutip Reuters, rentetan ledakan bom di Sri Lanka menewaskan sedikitnya 290. Enam ledakan pertama terjadi dalam waktu 20 menit, sebelum dua ledakan lainnya menyusul beberapa jam kemudian.

Mengenai keluarga Anders, berikut lima fakta soal sang miliuner ASOS dan meninggalnya tiga anaknya akibat bom Sri Lanka:

1. Anders memiliki empat anak

Anders Holch Povlsen dan istrinya, Anne Holch Povlsen, memiliki empat anak yang terdiri dari tiga anak perempuan dan satu anak laki-laki. Nama mereka adalah: Agnes, Alma, Astrid dan Alfred.

Tak banyak informasi mengenai keluarga miliuner ini karena kehidupan mereka begitu tertutup. Hanya sedikit informasi diketahui mengenai anak-anak Anders. Salah satunya Hojvangskolen, tempat keempat anak Anders bersekolah

Anders begitu menjaga privacy atau kehidupan pribadinya, termasuk anak-anaknya. Keluarga ini tidak pernah tertangkap kamera bersama. "Mereka melakukan segala cara yang mereka bisa untuk melindungi diri mereka," ujar Soren Jakobsen, penulis buku tentang para keluarga kaya di Denmark.



2. Kekayaan Anders Holch Povlsen

Anders dikenal sebagai salah satu pemilik saham terbesar ASOS, e-commerce asal Inggris yang populer di kalangan pecinta fashion. Selain memiliki ASOS, Anders juga dikenal sebagai pemilik Bestseller, perusahaan pakaian ramah lingkungan yang menaungi banyak brand terkenal seperti Jack & Jones dan Vera Moda.

Anders juga diketahui termasuk salah satu miliuner yang memiliki banyak tanah di Inggris. Dan sebagian besar propertinya juga ada di Skotlandia, di mana dia memiliki banyak bangunan bersejarah.

Anders Holch Povlsen kehilangan tiga anaknya yang jadi korban tewas bom Sri Lanka.Anders Holch Povlsen kehilangan tiga anaknya yang jadi korban tewas bom Sri Lanka. Foto: Dok. AFP


3. Anders Sedang Liburan Saat Bom Meledak di Sri Lanka
Anders Povlsen dan keluarganya diketahui sedang liburan Paskah di Sri Lanka. Mereka menginap di Hotel Shangri-La, Colombo. Hotel itu termasuk menjadi salah satu yang diserang teroris.

Seperti dikutip France24, miliuner 46 tahun itu, istri serta satu anaknya selamat dari ledakan bom dan dirawat di salah satu rumah sakit di Colombo. Sedangkan tiga anaknya meninggal dunia. Belum diketahui nama-nama anak Anders yang jadi korban tewas bom Sri Lanka.

"Ini kabar yang tragis. Mereka sedang menikmati liburan keluarga saat kejadian itu terjadi," ujar juru bicara pihak perusahaan Anders.

4. Anak Anders Sempat Posting Foto Liburan ke Instagram

Saat liburan di Sri Lanka, salah satu anak Anders, Alma sempat mengunggah foto momen kebersamaan mereka di Instagram. Foto yang dikategorikan langka karena Alma jarang eksis di Instagram itu memperlihatkan kedekatannya dengan dua saudari kandungnya. Mereka berpose membelakangi kamera dengan latar belakang kolam renang dan pepohonan.

5. Anders Berencana Memberikan Properti ke Anak-anaknya

The Mirror melaporkan, beberapa hari sebelum anak-anaknya jadi korban tewas bom Sri Lanka, Anders Povlsen sempat berbicara rencananya memberikan seluruh properti yang dimilikinya di Skotlandia ke empat anaknya. Pria yang kekayaannya mencapai US$ 7,9 miliar itu merupakan pemilik properti individu terbanyak di Skotlandia. Dia memiliki lebih dari 220 ribu hektar tanah di Skotlandia. Pria kaya itu jatuh cinta pada Skotlandia hingga membeli banyak properti di sana setelah mengunjungi negara tersebut saat usianya masih remaja.
(eny/eny)