Laut Indonesia yang Memprihatinkan di Koleksi Terbaru Sejauh Mata Memandang

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 22 Apr 2019 19:43 WIB
Foto: Daniel Ngantung/Wolipop Foto: Daniel Ngantung/Wolipop

Jakarta - Sebagai negara kelautan, hampir dua per tiga wilayah Indonesia adalah laut. Namun sayang, sampah plastik mencemari keindahan bahari Indonesia dan mengancam kehidupan biotanya. Prihatin, desainer Chitra Subyakto mencoba mengangkat isu tersebut sebagai inspirasi utamanya untuk koleksi terbaru labelnya, Sejauh Mata Memandang.

Tingkat pencemaran laut Indonesia yang kian memprihatinkan begitu mengusik benak Chitra. Maka untuk peluncuran koleksi yang dinamainya Musim Kemarau 2019 ini, Chitra mengemasnya dalam konsep yang berbeda dari sebelumnya.

Laut Indonesia yang Memprihatinkan di Koleksi Terbaru Sejauh Mata MemandangFoto: Daniel Ngantung/Wolipop
Alih-alih menggelar fashion show, adik sutradara ternama Jay Subijakto ini membuat semacam instalasi seni buah kolaborasinya dengan desainer visual Felix Tjahyadi dan beberapa seniman lainnya.

Bertajuk 'Laut Kita', instalasi tersebut menempati area seluas 330 meter persegi di lantai dua Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. Pameran resmi dibuka hari ini, Senin (22/4/2019), berbarengan dengan Hari Bumi internasional.

"Dari akhir tahun lalu, saya sudah mulai khawatir dengan kondisi laut kita. Puncaknya, ketika saya baca berita bahwa pada 2050 di laut akan lebih banyak plastik ketimbang ikan. Rasanya kok egois ya kalau kita tidak segera bertindak untuk menyelamatkannya," kata Chitra saat acara pembukaan pameran tersebut.

Laut Indonesia yang Memprihatinkan di Koleksi Terbaru Sejauh Mata MemandangFoto: Daniel Ngantung/Wolipop
Sejak mendirikan Sejauh Mata Memandang pada 2014 lalu, Chitra berkomitmen untuk menciptakan pakaian yang tak cuma mengangkat keunikan teknik membatik Tanah Air tapi juga ramah lingkungan.

Begitu pula untuk koleksi ini. Seluruh pakaian terbuat dari bahan-bahan yang tidak merusak lingkungan seperti katun dan beberapa bahan yang terbuat dari serat kayu. "Aku menghindari polyester karena material ini ketika dicuci mengeluarkan zat-zat mikro kimiawi yang berbahaya untuk lingkungan dan manusia," kata Chitra.

Laut Indonesia yang Memprihatinkan di Koleksi Terbaru Sejauh Mata MemandangFoto: Daniel Ngantung/Wolipop
Selain itu, ia juga mengedepankan kenyamanan dan desain yang timeless ketimbang tren. Dengan begitu, pakaian tersebut dapat dipakai sampai 10 tahun mendatang. "Selain plastik, produk fashion juga menyumbangkan sampah terbanyak," katanya.

Untuk koleksi Musim Kemarau 2019, Chitra mengeluarkan koleksi pakaian yang terdiri dari tiga tema utama. Ada Ombak Laut, Bunga Laut dan Bunga Samudra. "Selain motif ombak, aku juga menampilkan motif bijak yang terinspirasi dari butiran beras yang ada di dahi orang Bali saat sembahyang. Motif ini melambangkan harapan bahwa laut Indonesia bisa segera pulih," katanya. (dng/ami)