Tas Mewah Ini Dijual Rp 95 Miliar, Apa Istimewanya?

Alissa Safiera - wolipop Kamis, 11 Apr 2019 18:09 WIB
Foto: Dok. Debbie Wingham Foto: Dok. Debbie Wingham

Jakarta - Sebuah tas mewah dibanderol dengan harga tinggi, US$ 6,7 juta atau sekitar Rp 95 miliar dan kini dijual di New York.

Tas ini dibuat dari barang-barang milik seorang wanita kaya raya yang didaur ulang. Meski hasil daur ulang, namun barang-barang yang dipakai pun berasal dari merek high-end dunia, dari Hermes hingga Cartier.

Tas mewah itu dihiasi 8 ribu berlian yang diletakkan dengan platinum dan emas 24 karat. Bagian pengait tasnya saja dibuat dari anting Cartier seharga US$ 40 ribu atau setara dengan Rp 500 jutaan.


Telur itu terbungkus dengan sarang asimetris dari emas 24k, dihargai US$ 250 ribu atau Rp 3,5 miliar, dan bagian dalamnya dilapisi dengan syal sutra Herm├Ęs.

Permata paling berharga di bagian eksterior tas adalah tiga berlian merah muda sempurna tanpa karat yang sangat langka, senilai US$ 1,9 juta (Rp 27 miliar) dan dua berlian putih sempurna senilai US$ 265 ribu (Rp 3 miliar).
Tas Mewah Ini Dijual Rp 95 Miliar, Apa Istimewanya?Foto: Dok. Debbie Wingham

Tas super mewah tersebut adalah kreasi desainer Inggris Debbie Wingham, 37, yang terkenal karena menciptakan serangkaian barang 'termahal di dunia' bagi miliuner di Dubai dan sekitarnya.

"Aku tidak menyangka bisa meletakkan 'daur ulang' dengan kata 'termahal di dunia' dalam satu kalimat, tapi inilah dia," ujar Debbie seperti dikutip Daily Mail.
Tas Mewah Ini Dijual Rp 95 Miliar, Apa Istimewanya?Foto: Dok. Debbie Wingham
Tas Mewah Ini Dijual Rp 95 Miliar, Apa Istimewanya?Foto: Dok. Debbie Wingham


Debbie menyelesaikan tas itu dalam tiga bulan setelah proses desain. Tas ini pun dipamerkan perdana di acara The Wendy Williams Show di Amerika Serikat, sebelum diantarkan ke pembelinya di Manhattan.

"Aku tak bisa mengungkapkan siapa nama klienku untuk alasan keamanan, tapi dia dari New York dan keluarganya di Barbados. Klienku ini memiliki banyak barang mewah di lemarinya dan mengatakan tidak akan memakainya lagi, jadi kami memutuskan untuk memberi barang-barang itu 'hidup baru' untuk Paskah," lanjutnya.
(asf/asf)