Penjahit Indonesia Demo Uniqlo Jepang Hingga Denmark karena Belum Dibayar

Silmia Putri - wolipop Jumat, 05 Apr 2019 15:20 WIB
Uniqlo didemo dua penjahit Indonesia. Foto: Instagram/CleanClothesCampaign Uniqlo didemo dua penjahit Indonesia. Foto: Instagram/CleanClothesCampaign

Jakarta - Para pecinta fashion tentu tak asing dengan ritel asal Jepang, Uniqlo. Brand ini populer dengan gaya busana minimalis khas Jepang, dengan kampanye sustainability yang digaungkan.

Namun baru-baru ini tersiar tuduhan Uniqlo tidak membayar upah penjahit di Indonesia. Kabar ini tersiar dari situs Clean Clothes, sebuah aliansi global yang memperjuangkan hak pekerja garmen dan sportswear.

Clean Clothes mengungkapkan dalam situsnya, permasalahan dimulai sejak akhir 2014 ketika Uniqlo memesan produk dari pabrik Jaba Garmindo di Bekasi. Beberapa bulan kemudian tepatnya April 2015, Uniqlo menarik pemesanan dari pabrik tersebut tanpa pembayaran sesuai kesepakatan. Padahal mereka telah melengkapi pabrik dengan mesin-mesin sesuai pesanan.



Clean Clothes pun menulis uang pemesanan sebesar US$ 5,5 juta tidak dibayarkan Uniqlo hingga sekarang. Pabrik tersebut pun tutup dan bangkrut, ada banyak pekerja yang tidak dibayar.

[Gambas:Instagram]


Dua penjahit dari pabrik tersebut, Warni Napitupulu dan Tedy Senadi Putra menjadi korban bangkrutnya Jaba Garmindo. Warni mengaku bekerja sangat keras untuk Uniqlo kala itu.

Kepada Clean Clothes, Warni mengaku bisa membuat 900 lengan baju dalam sehari. Waktu istirahat hanya saat dirinya ke toilet. Tak ada libur, bahkan izin bahkan untuk merawat suaminya yang sedang sakit.

Keresahan tersebut membawa Warni dan Teddy nekat melakukan demo di Tokyo pada 2018. Tak membuahkan hasil, Warni akan kembali melakukan demo di Copenhagen, Denmark.

"CEO Uniqlo ingin dunia percaya bahwa produknya berbeda dari kebanyakan fashion brands, bahwa Uniqlo itu spesial, unik, dan sustainable. Apakah kamu mau bergabung dengan kami dan menunjukkan kepada Uniqlo bahwa ia tidak bisa menyebut dirinya 'sustainable' jika dia tidak peduli terhadap orang-orang yang membuat baju bagusnya. Terima kasih untuk dukunganmu!" tulis pihak clean Clothes Campaign di Instagram pada Kamis (04/04/2019).

Rencananya, Warni bersama perwakilan Clean Clothes Campaign akan melakukan demo pada pembukaan toko Uniqlo di Copenhagen, pada Jumat malam (05/04/2019). Terkait protes dua penjahit tersebut, hingga saat ini pihak Uniqlo belum memberikan pernyataan apapun.



Simak Juga 'Desain Minimalis dan Warna-warna Cerah Jadi Tren di 2019?':

[Gambas:Video 20detik]


(sil/eny)