Ivan Gunawan Rilis Koleksi Baju Lebaran 2019, Terinspirasi Musim Semi Eropa

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 14 Mar 2019 07:45 WIB
Foto: Moh. Abduh/Wolipop Foto: Moh. Abduh/Wolipop

Jakarta - Perjalan Ivan Gunawan ke sejumlah negara di Eropa saat musim semi membawa inspirasi baru untuk busana Lebaran 2019 rancangannya. Semuanya disajikan dalam koleksi bertajuk 'Nostalgia' di bawah nuangan label Mandjha Hijab.

Sebelum koleksi tersebut naik pentas di peragaan yang digelar pekan depan, Ivan Gunawan mengadakan pratinjau (preview) eksklusif untuk pers di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Rabu (13/3/2019).


Koleksi baju Lebaran 2019 bertajuk 'Nostalgia' rancangan Ivan Gunawan.Koleksi baju Lebaran 2019 bertajuk 'Nostalgia' rancangan Ivan Gunawan. (Foto: Moh. Abduh/Wolipop)
Ia menjelaskan, 'Nostalgia' dipilih sebagai tajuk koleksi busana Lebaran 2019 untuk merepresentasikan kenangan manis yang membekas di benaknya saat liburan di Eropa beberapa waktu lalu. Ketika itu, desainer yang juga presenter ini berkunjung ke Paris, London, Turki dan beberapa negara lainnya.

"Waktu di sana, aku duduk diam sambil menikmati suasana. Lalu ada saja inspirasi yang datang bertubi-tubi. Entah itu dari arsitektur bangunannya, budayanya atau gaya busana orang-orangnya," kata Ivan kepada Wolipop.

Cuaca juga memberikan ilham tersendiri untuk presenter Brownis Trans TV ini. Musim semi selalu menjadi waktu favorit Ivan kala berpelisiran di negara empat musim karena menurutnya lebih indah dari musim lainnya. "Selain itu, angin musim semi sangat pas untuk bermain dengan gaya layering," tambah Ivan.


Koleksi baju Lebaran 2019 bertajuk 'Nostalgia' rancangan Ivan Gunawan.Koleksi baju Lebaran 2019 bertajuk 'Nostalgia' rancangan Ivan Gunawan. (Foto: Moh. Abduh/Wolipop)
Konsep busana berlapis itulah yang diaplikasikan Ivan pada koleksi Lebaran 2019 yang terdiri dari 120 tampilan busana tersebut. Dari blus floral yang dibungkus luaran berbahan tweed dalam siluet feminin hingga kaftan dengan luaran bergaya mantel.

Ivan sengaja memilih gaya layering untuk menawarkan opsi gaya berbusana yang lebih variatif bagi konsumen. Kendati begitu, ia tetap mengedepankan kenyamanan dan fungsi.

Misal bahan tweed dilapisi dengan furing berbahan katun agar tetap nyaman dipakai berlapis-lapis dengan busana lain di negara tropis seperti Indonesia.

Selain itu, hadir pula gamis dengan ritsleting di bagian depan. "Biasanya kan di belakang, tapi sekarang aku taruh di depan. Dari masukan pelanggan Mandjha, ritsleting di bagian depan lebih praktis buat ibu-ibu yang masih menyusui," ujar keponakan desainer Adjie Notonegoro ini.

Palet pastel hingga gelap mendominasi koleksi ini. Motifnya juga beragam, mulai dari gaya klasik yang terpengaruh dari bangunan kuno di Eropa sampai nuansa floral yang melambangkan keindahan musim semi di sana.

Bila di koleksi sebelumnya, porsi hijab dan busana adalah 70 banding 30. Kali ini, Ivan memperbanyak pilihan busana ketimbang hijab untuk mengakomodasi permintaan pasar yang semakin luas.

"Yang baru juga, aku menghadirkan busana yang dihiasi namaku sendiri. Di koleksi sebelumnya, sudah ada versi hijabnya dan ludes terjual. Jadi aku pikir, kenapa nggak dicoba untuk baju. Agak narsis ya, hehehe," ujar Ivan berseloroh.

Di jajaran busana pria, hadir koleksi terbaru dari Khalif. Berbeda dari Mandjha, koleksi terbaru Khalif tak banyak berubah dari koleksi terdahulu. Menurut Ivan, pria pada umumnya tidak terlalu ribet untuk urusan busana. (dtg/dtg)