Rugi Rp 110 M, Label Fashion Favorit Kate Middleton Terancam Bangkrut

Daniel Ngantung - wolipop Sabtu, 02 Mar 2019 14:20 WIB
Foto: Getty Images Foto: Getty Images

London - Fenomena 'Kate Middleton Effect' ternyata tak melulu berdampak positif pada bisnis label fashion yang produknya kerap menemani penampilan sang Duchess of Cambridge. Setidaknya begitu yang dialami LK Bennett, salah satu label favorit Kate.

LK Bennett dikabarkan terancam bangkrut sampai-sampai harus mengajukan bantuan kepada pemerintah. Diharapkan, pemerintah dapat mencarikan investor baru untuk memulihkan kembali kondisi finansialnya.

Didirikan oleh Linda Bennett pada 1990, label asal Inggris tersebut kian terkenal sejak Kate sering memakai produknya di berbagai momen penting. Namun, penjualan LK Bennett mengalami penurunan drastis beberapa tahun terakhir. BBC mengabarkan, laporan keuangan LK Bennett pada Juli 2017 menyebutkan adanya kerugian hampir 6 juta poundsterling atau sekitar Rp 110 miliar.


Kate Middleton mengenakan gaun rancangan LK Bennet. Foto: Getty Images

Kondisi tersebut lantas berdampak negatif pada kestabilan bisnis LK Bennett. Ada 500 staf yang menggantungkan nasibnya pada perusahaan ini.

Dalam surat elektronik kepada semua karyawannya, Linda mengaku tengah berusaha melakukan yang terbaik untuk mempertahankan perusahaannya. "Sekarang adalah waktu yang cukup menyulitkan dan menantang. Namun, kami sedang berupaya semaksimal mungkin untuk tetap maju," tulis Linda yang dianugerahi gelar kehormatan OBE dari Kerajaan Inggris pada 2006.

Menurut Catherine Shuttleworth, pakar ritel dari agensi pemasaran bernama Savvy, harga yang terlalu tinggi disinyalir menjadi salah satu penyebab buruknya penjualan LK Bennett.


Kate Middleton mengenakan gaun rancangan LK Bennet. Foto: Getty Images

"Mungkin bagi Duchess itu bukan masalah, tapi kebanyakan perempuan akan berpikir dua kali untuk membelanjakan 200 pound hanya untuk sebuah gaun," jelas Catherine. Situasi tersebut, lanjutnya, semakin diperburuk dengan perubahan perilaku belanja konsumen, dari offline ke online.

LK Bennett menyusul nama-nama besar di bisnis ritel Inggris yang terancam bangkrut. Sebelumnya, Orla Kiely, New Look, Toys R US dan Marks & Spencer yang menutup beberapa gerainya karena rugi besar. (dng/hst)