Wabah Streetwear Pacu Industri Kreatif Anak Muda

Nabilla Putri - wolipop Kamis, 07 Feb 2019 17:41 WIB
Foto: Nabilla Putri Foto: Nabilla Putri

Jakarta - Gaya khas fashion jalanan atau streetwear menjadi salah satu gaya khas kaum milenial yang ngetren belakangan ini. Menurut CoFounder Urban Sneaker Society,Jeffry Jouw, bahkan sekarang kaos dan sneaker streetwear digemari untuk dipakai bekerja.

"Hal itu yang menggantikan formalitas-formalitas kayak ke kantor pakai kemeja sekarang pakai kaos-kaos aja. Hal tersebut juga menjadikan mereka bisa lebih santai dan lebih berjiwa muda," ungkapnya dalam acara Siaran Pers Bodrex di XXI Cinema Senayan City, Jakarta, Kamis (7/2/2019).


Menurut Jejo, panggilan Jeffry, akses informasi yang tak terbatas serta maraknya pameran produk streetwear yang selalu ramai dikunjungi anak muda, menjadi indikator tingginya minat terhadap tren dan produk streetwear, baik produk buatan luar negeri maupun lokal.

"Tren tersebut memberikan efek positif bagi perkembangan merek-merek lokal yang menciptakan karya independen ataupun hasil kolaborasi yang berkualitas. Hal ini tentu sangat membanggakan dan bisa membantu pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia," ungkap Jejo.

Dilatarbelakangi hal tersebut, Bodrex kini membuat sebuah kolaborasi dengan Urban Sneaker Society dan juga dua merek lokal lainnya, Never Too Lavish dan Stayhoops melalui #kolabodrex.

"Bodrex juga memiliki semangat yaitu terus menangkan harimu. Bodrex ingin mendorong pionir-pionir ini untuk terus berkarya, berkreasi untuk memberikan yang terbaik di bidangnya masing-masing, jadi kita mengangkat temanya generasi juara" ungkap Digital Marketing Manager PT Tempo Scan Pasific, Dior Garnusa.


Bentuk kolaborasi #kalabodrex yang dihadirkan antara lain sepatu, jaket, kaos kaki, kaos dan kemeja ala hawai yang dihadirkan dalam gelaran streetwear dan sneaker tahunan terbesar di Indonesia, Jakarta Sneaker Day.

Dengan memanfaatkan momen tersebut Bodrex memamerkan hasil beberapa barang kolaborasi yang di klaim limited tersebut pada 7-9 Februari 2019.

Sebagai Founder Stayhoops, Nico Donnda, melihat kolaborasi ini sangat baik khususnya untuk menunjang milenial untuk mencintai produk lokal dan tentunya dapat menjadi hal yang positif.

"Kolaborasi dengan Bodrex dapat menjadi momentum yang menginspirasi prodesen streetwear lokal untuk bisa terus kreasikan karya berkualitas yang dekat dengan keseharian orang Indonesia. Kami yakin produk lokal memiliki potensi yang sama dan tak kalah dengan kualitas produk buatan luar negeri," papar Nico.

Menurut BPS Statistik Pemuda Indonesia 2018 dan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) 2018, jumlah penduduk usia 16-30 tahun yang mencapai 63,82 juta jiwa pada 2018, yang merupakan motor penggerak ekonomi Indonesia utamanya ekonomi kreatif.

Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi kreatif hingga tahun 2018, memberikan sumbangan PDB sebesar Rp 1.041 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 18,2%.
(mul/mpr)