Dianggap Hina Wanita Asia karena Buat Bikini Ini, Desainer Jadi Kontroversi

Anggi Mayasari - wolipop Senin, 14 Jan 2019 12:15 WIB
Bikini berdesain Qipao. Foto: Instagram @palaisdudesir
Jakarta - Sebuah perusahaan desain asal New York jadi kontroversi karena dituduh tentang perampasan budaya setelah merilis bikini bercorak Qipao. Bikini yang berdesain kostum tradisional perempuan China ini pun diyakini banyak orang mempromosikan fetisisme wanita Asia.

Akun Instagram Palais Du Desir, yang pemiliknya adalah mahasiswa Fashion Institute of Technology Vanessa Danelle menggunggah foto bikini bertajuk 'Chinoiserie'. Halaman Instagram toko itu pun memperlihatkan bikini berwarna merah yang berdesain Qipao.

"Memperkenalkan koleksi mini 💮🎎Chinoiserie🎎💮. Tampil di sini bikini reversibel yang bisa dipakai sebagai pakaian renang atau pakaian dalam. Akan tersedia untuk pembelian pada Tahun Baru Imlek," begitu keterangan foto di Instagram Palais Du Desir.



Chinoiserie sendiri merupakan kata dalam bahasa Prancis yang didefinisikan sebagai kebangkitan motif dan teknik China dalam seni, furnitur, dan arsitektur Barat. Sejak dirilis, bikini ini menuai banyak kritik di Twitter dan Instagram.

Bikini dengan desain Qipao ini jadi kontroversi karena dianggap menghina wanita AsiaBikini dengan desain Qipao ini jadi kontroversi karena dianggap menghina wanita Asia Foto: Instagram @palaisdudesir


Banyak netizen menyerukan agar produk tersebut ditarik karena penyalahgunaan desain budaya yang tak sesuai tempat dan dianggap sebagai fetisme atau sebuah perilaku seksual yang melibatkan benda-benda seperti celana dalam, stoking, pantyhose, bra. Banyaknya kritik yang didapat itu pun membuat Palais Du Desir menonaktifkan komentar pada semua unggahan mengenai item bikini Chinoiserie.

"Itu menarik perhatian saya bahwa salah satu produk terbaru Anda memicu sedikit kontroversi. Produk ini, meskipun sangat indah, memberikan kontribusi dan mempromosikan seksualisasi berlebihan dan fetishisasi wanita Asia," kritik netizen.

"Saya yakin Anda sudah familiar dengan betapa berbahayanya hal-hal seperti seksual ras dan perampasan budaya. Saya meminta perusahaan Anda menghapus produk ini dari pasar, sehubungan dengan budaya dan wanita Asia," pinta netizen yang diketahui bernama Meena.



Akun Instagram Palais DU Desir yang berbasis di Manhattan ini pun merespon pesan tersebut. "Tidak ada wanita Asia yang mengenakan pakaian saya, jadi bagaimana bisa ini menjadi penyimpangan seksuali wanita Asia? Itu hanya kain dan jika orang kulit hitam tidak bisa menggunakan kain buatan Asia, beri tahu aku dimana hukum itu bisa tertulis," balasnya.

"Saya disini bukan untuk menyenangkanmu atau semua cacian internet yang tidak menyukai pekerjaan saya. Nilai dirimu sebelum kamu menilaiku," tulis sang perancang. (agm/eny)