Indonesia Ikut Tentukan Tren Warna Dunia 2019, Begini Proses Rumit di Baliknya

Alissa Safiera - wolipop Rabu, 19 Des 2018 11:56 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Setiap tahunnya, sebuah warna baru dirilis sebagai tren dunia. Rangkaian warna yang dikeluarkan ini akan memiliki pengaruh besar di berbagai bidang, mulai dari kecantikan, fashion, interior hingga otomotif.

Salah satu pencetus warna global berasal dari organisasi non profit dunia bernama Intercolor. Sejak tahun 1963, perusahaan ini menelurkan tren warna baru dunia, hasil riset 16 negara, mulai dari Amerika Serikat, Prancis, Jepang, Korea, China, Swiss, Inggris, Finlandia, Spanyol, Portugal, Italia, Hungaria, Thailand, Jerman, Turki, dan Denmark.

Di tahun ini, Intercolor turut mengundang perwakilan dari Indonesia untuk merumuskan tren warna hingga tahun 2021. Terpilihlah nama Kilala Tilaar, corporate creative innovation director Martha Tilaar Innovation Center, sebagai salah satu anggotanya.

"Berawal dari saya sebagai corporate creative innovation director yang di dalamnya ada Martha Tilaar Innovation Center, jadi bisa dibilang saya natural ingredients explorer & innovator ya, sering diminta sebagai speaker dan juri untuk acara internasional. Hal itu juga menjadi bagian dari alasan bagaimana kami diundang oleh Intercolor untuk bisa memberikan gambaran dan riset tentang warna," ungkap Kilala Tilaar kepada Wolipop.

Proses perumusan warna sebagai tren global nyatanya tak mudah. Ramalan tentang tren warna bahkan sudah direncanakan dua tahun sebelumnya.

"Intercolor sudah mentukan tema besar yang sudah disetujui melalui kongres untuk menjadi dasar bagi masing-masing negara untuk mengembangkan ide. Setiap tahun Intercolor bertemu dua kali untuk menentukan tren warna dua tahun ke depan. Di bulan Mei untuk brainstorming Spring/Summer dan bulan November untuk warna Autumn/Winter," lanjut Kilala.

Selama dua tahun, masing-masing negara akan mengembangkan empat moodboard yang merupakan turunan dari tema besar yang telah diberikan Intercolor. Pembuatan moodboard tentunya harus melalui riset yang kuat, update tren dan brainstorming untuk bisa dipresentasikan di depan negara lain peserta kongres.

Kemudian, Kilala melanjutkan, semua moodboard direview oleh semua anggota dan masing-masing akan memberi penjelasan mengenai moodboard tersebut.

"Semua akan dicocokkan dan dibuat suatu konsensus bersama mengenai hasil tren warnanya. Sehingga akhirnya terciptalaj sebuah tren warna yang akan disosialisasikan untuk dipakai sebagai acuan tren dunia di industri tekstil, kosmetik dan otomotif," pungkasnya.



Tonton juga 'Ini Dia Tren Pernikahan Impian di Tahun 2018':

[Gambas:Video 20detik]


(asf/asf)