Muncul Larangan Pakai Dolce & Gabbana di Klub-klub China

Daniel Ngantung - wolipop Rabu, 05 Des 2018 11:17 WIB
Foto: Dok. Getty Images Foto: Dok. Getty Images

Jakarta - Dolce & Gabbana benar-benar menjadi brand mode yang dibenci seantero China. Menyusul aksi pemboikotan Dolce & Gabbana dari para artis lokal dan online shop, muncul larangan memakai semua produk keluaran brand Italia tersebut di klub malam Shanghai.

Sebuah foto di Instagram stories @diet_prada di Instagram memperlihatkan sebuah klub malam yang mamasang larangan masuk bagi para tamu yang mamakai Dolce & Gabbana. Foto yang bersumber dari akun bernama @anvoorchen tersebut dilengkapi dengan keterangan yang menyatakan kejadiannya dua malam lalu di sebuah klub di Shanghai, China.



Dolce & Gabbana sejatinya menggelar fashion show besar-besaran di Shanghai pada 21 November lalu. Namun, fashion show yang seharusnya menoreh prestasi karena menjadi yang pertama bagi Dolce & Gabbana di China terpaksa dibatalkan di menit-menit karena iklan rasialis.

Di iklan yang mempromosikan fashion show tersebut, seorang model berwajah oriental yang tampil cantik dalam balutan gaun Dolce & Gabbana terlihat kewalahan saat hendak menyantap sebuah pizza berukuran besar. Ia berusaha melahap pizza tersebut dengan sepasang sumpit. Kondisi tersebut kian diperparah dengan percakapan viral sang desainer, Stefano Gabbana, yang mengejek China.



Sebelum kabar pembatalan fashion show muncul, sejumlah selebriti China telah menyatakan batal hadir sebagai bentuk protes. Mereka di antaranya aktor Kun Chen, Mu Ziyang, dan Li Bingbing yang adalah brand ambassador Dolce & Gabbana.

Beberapa e-commerce pun mengikuti jejak para selebriti tersebut. Seperti dikutip dari BBC News, pada akhir pekan kemarin produk-produk Dolce & Gabbana tidak lagi ditemukan di berbagai e-commerce besar China seperti Taobao dan JD.com Begitu juga dengan online shop seperti Kaola dan Secoo, semua produk Dolce & Gabbana ditarik dari peredaran.
(dng/ami)