Bikin Iklan Rasis Pakai Sumpit, Dolce & Gabbana Batal Show di China

Daniel Ngantung - wolipop Rabu, 21 Nov 2018 18:00 WIB
Fashion show Dolce & Gabbana. (Foto: REUTERS/Tony Gentile) Fashion show Dolce & Gabbana. (Foto: REUTERS/Tony Gentile)

Shanghai - Fashion Show Dolce & Gabbana yang seharusnya digelar hari ini, Rabu (21/11/2018), di Shanghai, China, dibatalkan di detik-detik terakhir. Iklan kontroversional yang menampilkan model China makan pizza dengan memakai sumpit diduga menjadi penyebabnya.

Kabar tersebut pertama kali terkuak lewat unggahan akun Instagram @diet_prada. " Dalam unggahan tersebut tertulis bahwa fashion show yang bertajuk DG The Great Show itu dibatalkan oleh Dinas Pariwisata Shanghai. Diet Prada juga mengunggah percakapan desainer Stefano Gabbana yang berisi makian terhadap China.

Hingga saat ini belum ada informasi resmi dari Dolce & Gabbana terkait kabar tersebut. Sebelumnya, brand asal Italia itu menjadi bulan-bulanan di media sosial setelah merilis iklan yang diduga berbau rasisme.

Di iklan yang mempromosikan fashion show tersebut, seorang model berwajah oriental yang tampil cantik dalam balutan gaun Dolce & Gabbana terlihat kewalahan saat hendak menyantap sebuah pizza berukuran besar. Ia berusaha melahap pizza tersebut dengan sepasang sumpit.

"Saya tidak tahu siapa target audiensmu, tapi sebagai warga China dan konsumen loyalmu, video ini membuat saya sangat tersinggung. Sebuah stereotipe dan sikap kurang peduli yang benar-benar keterlaluan," tulis netizen di Instagram.
Stefano Gabbana (pojok kiri) bersama pengisi acara di fashion show Dolce Gabbana beberapa waktu lalu.Stefano Gabbana (pojok kiri) bersama pengisi acara di fashion show Dolce Gabbana beberapa waktu lalu. (Foto: Getty Images)

Sebelum kabar pembatalan fashion show muncul, sejumlah selebriti China telah menyatakan batal hadir sebagai bentuk protes. Mereka di antaranya aktor Kun Chen, Mu Ziyang, dan Li Bingbing yang adalah brand ambassador Dolce & Gabbana.

Puluhan model yang sudah siap tampil juga sudah ditarik oleh agensinya dari fashion show itu. Editor in Chief Vogue China pun dikabarkan sudah kembali ke Beijing karena ikut memboikot hajatan tersebut.

[Gambas:Instagram]


(dtg/dtg)