Inspirasi Papua dan Koleksi Ramah Lingkungan Tutup JFW 2019 Hari II

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 22 Okt 2018 11:38 WIB
Koleksi penutup hari kedua JFW 2019. Foto: Mohammad Abduh/Wolipop Koleksi penutup hari kedua JFW 2019. Foto: Mohammad Abduh/Wolipop

Jakarta - Peragaan busana tiga alumnus Indonesia Fashion Forward (IFF) menjadi penutup manis hari kedua Jakarta Fashion Week (JFW) 2019, Minggu (21/10/2018) malam. Tak cuma menawarkan desain yang unik, tapi juga ramah lingkungan dan sarat makna.

Ketiga alumnus IFF tersebut adalah Toton Januar dengan labelnya Toton, Felicia Budi yang mengusung label fbudi, serta Anindia Putri yang memayungi I.K.Y.K. Eksis sejak 2012, IFF sendiri merupakan program binaan besutan JFW bagi para desainer muda untuk mempersiapkan mereka agar mampu bersaing di pasar global.

Meski datang dari generasi IFF yang berbeda, koleksi ketiga desainer hadir dengan konsep desain yang boleh dibilang matang, eksklusif namun tetap komersial. Tak hanya itu, sebuah kreasi yang bertanggung jawab dan tak merusak lingkungan juga menjadi prioritas mereka.

Felicia Budi mempresentasikan 16 look yang didominasi warna-warna kalem dalam garis desain yang feminin serta siluet longgar minimalis yang kekinian. Bertajuk Widuri, koleksi tersebut juga menjadi respons Felicia terhadap situasi dunia yang carut-marut.

Inspirasi Papua hingga Koleksi Ramah Lingkungan Tampil Manis di JFW 2019Jakarta Fashion Week 2019 hari ke-2. Foto: Mohammad Abduh/Wolipop


"Saya mau busana tersebut dapat bernapas, membuat para pemakainya merasa tenang di tengah zaman yang tak menentu. Sebuah busana yang turun-temurun dan tidak membebani bumi," ujar alumnus IFF 2014 itu dalam pernyataan resminya.

Adapun material yang Felicia eksplor cukup beragam, mulai dari sutra berwarna indigo dari Flores, katun buatan perajin di Pekalongan, serta rayon yang pewarnaannya diproses di Bandung. Felicia lalu mengolah material tersebut dengan teknik draping, yakni membentuk busana langsung di tubuh manekin atau model. Dengan demikian, tingkat kenyamanan pakaian bisa disesuaikan dengan bentuk tubuh sekaligus meminimalisir limbah kain.



Sementara itu, Toton dengan inspirasi yang keindonesian mengemas koleksi Spring-Summer 2019 di antaranya bahan denim daur-ulang. Dengan teknik koyak-cabik, potong-perca, serta jahit-tindas, bahan tersebut disulap menjadi blus dan pilihan aksesori unik oleh desainer yang dikenal dengan garis desainnya yang modern dan kontemporer itu.

Inspirasi Papua hingga Koleksi Ramah Lingkungan Tampil Manis di JFW 2019Koleksi Toton di JFW 2019. Foto: Mohammad Abduh/Wolipop


Hadir pula deretan dress dengan hiasan rumbai-rumbai pada bagian rok yang ilhamnya bersumber dari pakaian adat Papua. Toton juga menarik inspirasi dari relief candi serta ukiran-ukiran kayu khas Bali yang dituangkan ke dalam ornamen bordir dan sulaman nan memakau. Koleksi ini sekali lagi memperlihatkan kepiawaian alumnus IFF 2013 dalam bermain dengan detail.

Inspirasi Papua hingga Koleksi Ramah Lingkungan Tampil Manis di JFW 2019Koleksi I.K.Y.K di JFW 2019. Foto: Mohammad Abduh/Wolipop

I.K.Y.K yang merupakan kependekan dari I Know You Know kembali menawarkan sesuatu yang baru di ranah modest-wear. Pilihan outerwear bergaya urban dengan padanan rok dan atasan berbahan lipit yang minim dalam nuansa monokrom yang minimalis menjadi tawaran yang unik dari Anindia.




Tonton juga 'Dua Desainer dari Korea Selatan Usung Tema Holiday di JFW 2019':


(sil/sil)