Met Gala 2018

Kritikan untuk Met Gala 2018 yang Dianggap Menghina Katolik

Daniel Ngantung - wolipop Rabu, 09 Mei 2018 14:02 WIB
Jennifer Lopez di Met Gala 2018. (Foto: Getty Images) Jennifer Lopez di Met Gala 2018. (Foto: Getty Images)

New York City -

Terlepas dari ingar-bingarnya, Met Gala 2018 yang digelar di Metropolitan Museum of Art, New York City, Amerika Serikat (AS), Senin (7/5/2018) juga tak luput dari kritikan. Menampilkan deretan selebriti berbusana seksi berhiaskan simbol sakral Katolik, Met Gala 2018 dianggap menghina agama tersebut.

Kritikan itu datang dari Piers Morgan, bintang TV Inggris sekaligus mantan juri America's Got Talent. Lewat kolom opini di Daily Mail, Selasa (8/5/2018), Piers mengecam ajang yang digelar oleh Pemimpin Redaksi Vogue AS Anna Wintour, itu.

Baca Juga: Kostum Selebriti Paling Heboh di Met Gala 2018, Jadi Paus Hingga Burung

Rihanna tampil dengan topi Paus di MET Gala 2018. Rihanna tampil al Paus di MET Gala 2018. (Foto: Getty Images)

Tahun ini, MET Gala mengusung tema 'Heavenly Bodies: Fashion and the Catholic Imagination'. Ajang ini sekaligus menandai pembukaan pameran tahunan di museum tersebut dengan tema sama yang menampilkan deretan koleksi kostum sakral dalam sejarah Katolik.

"Menurut saya, MET Gala ini sudah kelewatan, bahkan kurang ajar," tulis Morgan yang mengaku seorang Katolik itu. Ia sangat menyayangkan penampilan para selebriti yang mengeksploitasi simbol-simbol Katolik.

Baca Juga: Cerita Rinaldy Yunardi yang Karyanya Dipakai Madonna di Met Gala

Kim Kardashian dengan gaun bersalib di MET Gala 2018.Kim Kardashian dengan gaun bersalib di MET Gala 2018. (Foto: Getty Images)

Salah satu selebriti yang menjadi targetnya adalah Kim Kardashian yang tampil dalam balutan gaun emas ketat Versace yang dihiasi salib pada bagian pinggul dan bawah dada. Lalu model Victoria's Secret dengan gaun strapless Moschino yang berhiaskan gambar Bunda Maria.

"Begitu banyak simbol yang ditampilkan sangat sensual, yang mungkin Anda pikir bukan tak pantas saja tapi sangat menyinggung korban kekerasan seksual gereja Katolik," kata Piers yang merujuk pada kasus pelecehan seksual para petinggi gereja Katolik yang sempat heboh beberapa tahun lalu.

Pria 53 itu juga melayangkan kekecewaannya pada Vatikan yang mengijinkan acara tersebut. "Apa yang ada di pikiran Vatikan?" tegas Piers.

Kontroversi sebenarnya sudah mewarnai MET Gala sejak tema Heavenly Bodies: Fashion and the Catholic Imagination' diusung. "Mungkin ada yang merasa fashion tidak pantas dikaitkan dengan sesuatu yang suci dan sakral, tapi pakaian justru menjadi elemen utama dalam sebuah agama. Pakaian menyimbolkan kesetiaan pada agama, sekaligus mempertegas perbedaan agama," ujar Andrew Bolton, kurator koleksi MET Gala, dikutip dari Vogue.




(dtg/dtg)