Fashion Show Batik Indonesia Digelar di Canberra, Penonton Terkagum-kagum

Eny Kartikawati - wolipop Senin, 30 Apr 2018 13:30 WIB
Fashion show batik di Canberra. Foto: Dok. KBRI Canberra Fashion show batik di Canberra. Foto: Dok. KBRI Canberra

Canberra - Dalam rangka Hari Kartini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra menggelar pameran dan peragaan busana batik. Wisma Indonesia yang berlokasi di 16 Monaro Crescent, Red Hill, Canberra, dipadati pengunjung. Para tamu yang menonton pameran dan fashion show ini bukan hanya dari masyarakat Australia, ada juga istri para Duta Besar dan diplomat asing dari negara sahabat, seperti Korea Selatan, Yordania, Argentina, Jepang, Amerika Serikat, Viet Nam, Thailand, Myanmar, Kambodia, Timor Leste dan Brunei Darussalam. Bahkan Dubes Rumania, Nineta Barbulescu, mengajak suami dan anaknya untuk tidak melewatkan acara ini.

Duta Besar RI untuk Australia, Y. Kristiarto S. Legowo yang didampingi Wakil Dubes M.I. Derry Aman, Wakil Ketua DWP KBRI Canberra Penny D. Herasati, Atase Perdagangan Iman Nurimansyah, dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Imran Hanafi, juga hadir dalam acara ini bersama pengurus maupun anggota DWP KBRI Canberra dan masyarakat Indonesia di Canberra.

Fashion show batik digelar di ruang utama Wisma Indonesia. Puluhan koleksi Riana Batik rancangan desainer Riana Kusuma Astuti yang dipamerkan saat fashion show membuat tamu berdecak kagum. Mereka antusias untuk melihat dari dekat keindahan beragam corak batik yang sejak 2009 diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

Baca Juga: 8 Desainer Indonesia yang Perkenalkan Batik ke Dunia Internasional

Fashion show batik di Canberra.Fashion show batik di Canberra. Foto: Dok. KBRI Canberra


Sesi fashion show semakin menarik karena iiringi langsung gending Gamelan Jawa yang dimainkan oleh staf KBRI Canberra. Selain pameran dan peragaan busana, pengunjung juga dihibur oleh penampilan tari-tarian tradisional Indonesia, yakni Tari Golek Sulun Dayung dan Wirayudha.

Menurut Caecilia Legowo, pameran sehari dan peragaan busana batik diselenggarakan untuk mempromosikan busana tradisional tersebut sebagai karya kreatif anak bangsa di berbagai kalangan di Australia sekaligus mengenalkan mereka tentang makna Hari Kartini. "Potensi batik sebagai produk kebanggaan tanah air untuk menembus pasar di Australia sangat besar mengingat batik sudah sangat dikenal di negara ini. Tak heran jika setiap ada promosi batik, selalu diminati pengunjung", ujarnya.

Langkah DWP KBRI Canberra didukung penuh oleh Dubes Kristiarto yang ingin menunjukkan bahwa batik Indonesia kini semakin mendunia. "Melalui pameran ini, ekspor Batik ke Australia diharapkan akan semakin meningkat. Ekspor produk tekstil Indonesia ke Australia pada periode Januari-Februari 2018 sebesar USD 39,6 juta atau meningkat 6.6% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD 37.2 juta. Kita juga mendapatkan surplus sebesar USD 38.4 juta", kata Dubes Kristiarto.

Salah satu pengunjung yang hadir yakni Lila Constance mengaku sangat senang dengan inisiatif DWP KBRI menyelenggarakan pameran batik. "Saya tak pernah mau melewatkan melihat pameran batik Indonesia di Australia. Motif batik itu sangat indah", ujar wanita yang pernah tinggal selama dua tahun di Indonesia ini.

Kekaguman yang sama juga diutarakan oleh Josephine Peters. Bahkan dalam 40 tahun terakhir dirinya mengaku selalu mengenakan baju batik ketika musim panas tiba. "Desainnya sangat menarik. Bahannya dari katun sehingga sangat pas dipakai saat Musim Panas", imbuhnya.

Selain di Kota Canberra, kegiatan promosi Batik serupa juga akan diadakan di Konsulat Jenderal RI di Sydney pada tanggal 29 April 2018.


(eny/eny)