Rilis Busana Muslim, Desainer Jepang Berburu Bahan ke Tanah Abang Naik Ojek

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 13 Mar 2018 19:50 WIB
Foto: Daniel Ngantung/Wolipop Foto: Daniel Ngantung/Wolipop

Jakarta - Satu lagi pemain baru menyemarakkan ranah busana muslim Tanah Air. Kali ini bukan desainer Indonesia, melainkan dari Jepang. Dia adalah Hiroko Maeomasu dengan labelnya Farbe.

Label tersebut perdana diperkenalkan ke publik Indonesia, Selasa (13/3/2018), berbarengan dengan peluncuran Markamarie, sebuah platform penjualan online dan offline untuk label lokal dan internasional.

Baca Juga : Balmain Rilis Koleksi Busana Terinspirasi Tren di Media Sosial

Rilis Busana Muslim, Desainer Jepang Berburu Bahan ke Tanah Abang Naik OjekFoto: Daniel Ngantung/Wolipop

Hiroko menawarkan kolekis modest wear, termasuk pilihan busana muslim, dengan garis desain yang simpel khas Negeri Sakura. Koleksi terasa kian menarik berkat permainan motif geometris dengan padu-padan warna-warna cerah bernafas urban.

Menariknya, semua koleksi Farbe terbuat dari bahan-bahan hasil perburuannya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. "Saya naik ojek online supaya menghindari macet. Awalnya takut, tapi akhirnya menyenangkan juga," ujar Hiroko.

Kenyamanan berpakaian menjadi prioritas Hiroko. Maka itu, ia memilih material yang berkualitas seperti katun untuk koleksinya. Selain material, proses produksi juga dilakukan di Indonesia.
Rilis Busana Muslim, Desainer Jepang Berburu Bahan ke Tanah Abang Naik OjekFoto: Daniel Ngantung/Wolipop

Baca Juga : I.K.Y.K Rilis Baju Ramah Lingkungan yang Bisa Dicuci Tanpa Deterjen

Ditujukan untuk perempuan usia 20-30, Farbe adalah lini kedua Hiroko. Lini pertamanya berkarakter elegan untuk perempuan berusia 20 akhir dan 30-an.

Ketertarikan Hiroko untuk menggarap modest wear dan busana muslim muncul saat berlibur di Dubai sekitar 3,5 tahun lalu. Kala itu, ia terkesima dengan abaya-abaya yang membungkus tubuh para perempuan di sana.

"Kesan pertamanya, abaya mirip kimono tapi terlihat high-class ketika dipakai. Dan uniknya, abaya sudah menjadi pakaian sehari-hari di sana. Dari situ saya terinspirasi menggarap modest wear," cerita Hiroko.
(dtg/agm)