Keren! Jared Leto Pakai Baju Karya Desainer Indonesia di Konsernya

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 13 Mar 2018 17:16 WIB
Jared Leto pakai baju rancangan desainer Indonesia. Foto: Instagram Jared Leto pakai baju rancangan desainer Indonesia. Foto: Instagram

Jakarta - Semakin banyak karya perancang Indonesia yang membungkus tubuh selebriti dunia. Teranyar, Jared Leto memakai busana karya desainer muda Don Aretino di konser bandnya, 30 Seconds to Mars, di Swiss baru-baru ini.

"Benar-benar senang karena aku sebenarnya penggemar berat Jared Leto. Aku mengoleksi semua album 30 Seconds to Mars," ujar Don kepada Wolipop, Selasa (13/3/2018).

Semuanya bermula saat beberapa hari lalu pria kelahiran Medan, 1 Mei 1992, itu dikejutkan oleh surel dari stylist Jared Leto. Sang stylist mengatakan tertarik melihat katalog koleksi Don sebagai referensi busana Jared selama tur konser di Eropa.

"Kebetulan aku berbasis di Berlin," kata desainer lulusan jurusan fashion di Hochschule für Technik und Wirtschaft, Berlin itu.

Baca Juga: 2 Selebriti Dunia Ini Pakai Busana Karya Desainer Indonesia di Golden Globes

Sesuai permintaan, Don mengirim 10 rancangannya yang merupakan koleksi tugas akhir sebagai syarat kelulusuannya. Dari 10 busana, stylist Jared Leto memilih delapan busana. Salah satu coat merah muda yang aktor pemenang Oscar itu pakai saat membuka konsernya di Swiss.

"Singing their famous song Kings and Queens," tambah Don.
Keren! Jared Leto Pakai Baju Karya Desainer Indonesia di KonsernyaKoleksi Don Aretino yang dipakai Jared Leto. Foto: Instagram

Ia menjelaskan, coat bernuansa sci-fi itu terbuat dari perpaduan material dyed-denim dan digital print buah kolaborasi Don dengan seniman yang juga temannya, Ziga Tomori.

Coat-nya bisa dipakai luar-dalam. Adapun Don memindahkan struktur bagian dalam coat ke luar sehingga siluetnya menciptakan visual yang menarik.

Baca Juga: Gaun Rancangan Desainer Indonesia Eksis di Red Carpet Oscar 2017



Adapun konsepnya seputar interpretasi Don pada isu politik, sosial, dan agama. Situasi sosial memang selalu menjadi sumber inspirasi pria yang kini menjadi asisten desainer di butik House of Malakai di Bali. Butuh dua bulan untuk menciptakan koleksi tersebut.

Don pun tak sabar untuk melihat karyanya yang lain menempel di tubuh sang idola.
(dng/hst)