Bisnis Baju Renang dari Sampah Plastik, 2 Anak Millennial Ini Raup Miliaran

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 25 Jan 2018 16:15 WIB
Foto: Instagram Fair Harbor
Jakarta - Sampah plastik diketahui sulit terurai sehingga membahayakan lingkungan dalam jangka panjang. Berbagai pihak pun berusaha untuk mengurangi dan mendaur ulang penggunaannya. Salah satunya duo kakak-beradik millennial ini yang berusaha mengatasi masalah sampah plastik di lautan dengan menyulapnya menjadi produk fashion. Tak hanya bertujuan mulia, proyek itu pun menghasilkan miliaran rupiah.

Mereka adalah Jake and Caroline Danehy asal Amerika Serikat. Keduanya membangun sebuah brand fashion bernama Fair Harbor yang membuat pakaian renang dari plastik daur ulang. Ide bisnis ini muncul setelah Jake melihat banyaknya sampah plastik di pelabuhan Fair, New York, AS. Ia kemudian berkeinginan untuk mengubahnya menjadi pakaian renang yang stylish, fungsional, dan tahan lama.

Bisnis Baju Renang dari Sampah Plastik, 2 Anak Millennial Ini Raup MiliaranFoto: Instagram Fair Harbor
Sebagai seorang mahasiswa yang mempelajari geografi, Jake tahu banyak mengenai limbah lingkungan dan bahayanya. Apalagi ia juga menulis tesis mengenai efek negatif sampah plastik terhadap ekosistem laut. Jake pun punya ide untuk mengajak konsumer berpartisipasi mendaur ulang plastik. Ia kemudian menggandeng adiknya Caroline yang mengerti fashion.

Duo kakak beradik itu lalu mengikuti sebuah kompetisi di mana mereka mengembangkan sebuah konsep bisnis. Mereka pun memenangkan kontes itu dan mendapat $20,000 atau Rp 260 jutaan. Uang tersebut kemudian dipakai untuk koleksi pertama Fair Harbir yakni celana pendek dari plastik daur ulang. Mereka juga membuat kampanye Kickstarter untuk mendanai proyek itu.

Bisnis Baju Renang dari Sampah Plastik, 2 Anak Millennial Ini Raup MiliaranFoto: Instagram Fair Harbor
Meski sudah punya modal, memproduksi produk fashion apalagi dari material daur ulang bukan perkara mudah. Apalagi mereka juga hanya ingin membuat sebuah brand yang etis dan mengutamakan keberlangsungan. Jake dan Caroline pun menemui sejumlah hambatan. "Kesulitan terbesar untuk Fair Harbor adalah menyimpan inventaris. Itu adalah masalah yang besar, untuk sebuah brand e-commerce yang berkembang, kami butuh memastikan produk yang dibuat baik setiap waktu," kata Jake kepada Inc.

Untungnya semua masalah bisa diselesaikan dan bisnis dua saudara itu berkembang. Untuk tahun ini saja mereka sudah mendaur ulang lebih dari 100 ribu botel plastik menjadi pakaian renang pria dan wanita. Tak heran jika penghasilan dari bisnis itu menikat hingga 400%. Selain sampah plastik, Fair Harbor pun telah mengembangkan produk dari hasil daur ulang polyester dan kelapa.

Bisnis Baju Renang dari Sampah Plastik, 2 Anak Millennial Ini Raup MiliaranFoto: Instagram Fair Harbor
"Tujuanku memulai Fair Harbor bukan hanya untuk menciptakan produk yang benar-benar nyaman, fungsional, dan keren, tapi juga meningkatkan kesadaran akan isu limbah plastik. Kami ingin menunjukkan pada komunitas kamu hal-hal habat yang bisa kita lakukan dengan plastik daur ulang, untuk mempromosikan perubahan agar lautan kita terjaga," tutur Jake. (sra/ami)