ADVERTISEMENT

Diana Putri, Desainer Surabaya yang Go International ke LA Fashion Week

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 06 Okt 2016 15:57 WIB
Foto: Daniel Ngantung/Wolipop
Jakarta - Satu lagi desainer Tanah Air yang akan mengharumkan nama bangsa di pentas internasional. Setelah Anniesa Hasibuan di New York Fashion Week, giliran Diana Putri. Karya desainer asal Surabaya itu akan naik pentas di panggung Los Angeles Fashion Week (LAFW) 2016 pada 9 Oktober mendatang.

Karya Diana yang bertajuk 'Queen D' itu akan menjadi pembuka rangkaian fashion show di Art Hearts Fashion. Merupakan bagian dari LAFW, Art Hearts Fashion digelar untuk menggalang dana amal bagi yayasan AIDS. Hajatan ini berlangsung di salah satu lokasi prestise di Beverly Hills, yakni Beverly Hilton, rumah ajang bergengsi Golden Globe Awards.

"Puji Tuhan, saya bisa tampil sebagai pembuka atas undangan dari pihak penyelenggara. Saya akan menjadi satu-satunya desainer Indonesia yang tampil di acara Art Hearts Fashion," ungkap Diana saat jumpa pers di Immigrant, Plaza Indonesia, Kamis (6/10/2016).

Untuk ajang tersebut, Diana akan mempersembahkan koleksi couture dari labelnya, Diana Couture. Tentang koleksinya, desainer kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, 44 tahun lalu itu, mengatakan, terinspirasi dari sosok ibunya yang memawikili karater wanita yang kuat, mandiri, dan sangat mengayomi keluarga.

Itu mengapa, desainer asal Surabaya ini menamai koleksinya 'Queen D'. Huruf 'D' mengacu pada namanya sekaligus kata 'dignity' yang bisa bermakna 'kehormatan' atau 'martabat'. "Jadi, kita harus bisa mempertahankan kehormatan dan harga diri sebagai seorang wanita," kata wanita yang belajar fashion secara otodidak ini.

Inspirasi tersebut lalu ia interpretasikan ke dalam 30 pilihan busana Spring-Summer 2017 yang berkarakter kuat namun tetap elegan. Diana mewujudkannya lewat berbagai teknik seperti beading tiga dimensi, sulaman, laser cutting, painting dan digital printing.

"Ada sedikit unsur Indonesia untuk mempertegas identitas saya. Itu muncul lewat permainan motif geometris bernuansa etnik sebagai aksen," ungkap Diana.

Tidak hanya gaun, koleksi ini juga hadir dalam siluet-siluet ready to wear seperti jumpsuit, catsuit, gaun ketat, rok tinggi, namun tetap dengan detail yang memukau. Warna yang dipilih antara lain onyx black, porcelain white, tuscan sun gold, dan scarlet red, yang merupakan palet favorit untuk penampilan di karpet merah. "Saya memilih look karpet merah agar lebih terasa internasional," ujarnya.

Untuk koleksi ini, Diana juga menunjukkan kebolehannya dalam mengeksplor berbagai material, seperti tulle, kulit, lace Prancis, sifon, duchess dan sutra. Tidak ketinggalan material khas Diana, yakni body stocking mesh material yang transaparan untuk mempertegas lekuk tubuh wanita.

Diungkapkan Diana, tidak ada persiapan khusus untuk koleksi ini. Mengingat banyak di antaranya adalah koleksi yang sudah ditampilkan di fashion tunggalnya di Surabaya beberapa waktu lalu. Diana tinggal menambah 10 busana yang dibuatnya dalam waktu 10 hari.

Ini bukan kali pertamanya Diana mendapat kesempatan memamerkan karyanya di ajang internasional. September lalu, karyanya tampil di Couture Fashion Week New York yang dipersembahkan oleh Global Fashion Avenue Award Spring/Summer 2016. Ia bahkan mendapatkan anugerah Best Designer di ajang tersebut.

Tidak hanya itu, karya Diana juga sudah membaluti selebriti-selebriti internasional. Mereka di antaranya aktris dan model Carmen Electra, penyanyi R&B Ashanty, dan pemenang American Idol Fantasia.

(dtg/eny)