ADVERTISEMENT

Laporan dari Ho Chi Minh

Begini Proses Memilih Warna yang Akan Jadi Tren di Tahun Depan

Alissa Safiera - wolipop Senin, 03 Okt 2016 12:11 WIB
Foto: ist
Jakarta -

Setiap tahunnya beberapa palet warna unggul jadi sorotan dibanding lainnya. Corak warna yang akan mendominasi rangkaian palet dari ranah mode, kecantikan hingga desain interior. Pertanyaannya, dari ribuan warna yang ada di dunia bagaimana proses untuk memilih satu warna yang akan tren sepanjang tahun mendatang?

Wolipop berbincang dengan seorang ahli yang berkecimpung di dunia inovasi warna, pria asal Inggris yang bekerja sebagai Managing Director for Decorative Paints AkzoNobel in South East & South Asia, Middle East Jeremy Rowe, untuk mengetahuinya.

"AkzoNobel memprediksi warna yang akan menjadi tren sejak 16 tahun lalu. Sebelum hari ini, kami melakukan riset selama 18 bulan setiap tahunnya. Kami memiliki tim dari seluruh dunia, dari Eropa sampai Asia. Mereka menjadi pencari tren, karena kami tidak membuat tren tapi menemukannya. Kami melihat apa yang sedang terjadi, dari dunia desain sampai fashion," tutur Jeremy Rowe kepada Wolipop di Gem Center, Ho Chi Minh, Vietnam, Jumat (30/9/2016).

Jeremy mengatakan ia dan timnya kemudian membagi tren yang tengah ada di masyarakat menjadi empat bagian untuk melihat masa depan warna. Bagan-bagan ini dibuat untuk merepresentasikan segala hal yang bisa dibuat dari tren warna yang dilabeli 'Colour of the Year' oleh AkzoNobel itu.

Layaknya memilih tren mode terbaru, inspirasi tren warna datang dari berbagai hal, bahkan kehidupan sehari-hari. Bagi Jeremy, masyarakat menjadi poin penting untuk melihat prediksi tren warna tahun mendatang.

"Gaya hidup selalu berubah, warna pun demikian. Kami mencari warna yang lekat dengan alam, keluarga, pertemanan. Hal sederhana dari kehidupan yang kita jalani dan merayakannya dengan warna. Memilih warna sama saja seperti kamu memilih baju yang dipakai hari ini, kamu hanya menyukainya. Kamu merasakan itu," tambahnya.

Di tahun 2017, satu warna kembali dirilis sebagai 'Colour of the Year'. Kali ini palet 'Denim Drift' atau biru keabu-abuan menjadi pilihannya.

Bagi AkzoNobel, terutama Jeremy Rowe biru adalah satu warna paling abadi. Tak akan pernah salah memakai biru atau bermain dengannya secara kreatif. Ada perasaan tenang saat melihatnya, seperti momen kita melihat langit. Kehadiran Colour of the Year juga dibarengi dengan empat rangkaian palet yang memiliki rangkaian spektrum warna biru, demi mendapat nuansa berbeda.

Beberapa di antaranya adalah New Romantism, yang membaurkan biru bersama hal-hal berbau dengan alam. Palet warnanya pun tampak natural dan sendu seperti hijau muda, taupe, dan abu-abu muda. Palet lainnya adalah Shared Individualism, yaitu momen ketika manusia tak lagi hidup sendiri dan memiliki keluarga, dari kerabat hingga sahabat. Palet warnanya juga dibuat lebih berwarna seperti hijau lemon, oranye, dan juga pink cerah.

Adapula Considered Luxury dengan palet warna pucat yang dapat membuat ruangan tampak lebih luas dan mewah dengan warna pink muda, biru muda, abu-abu juga putih. Terakhir adalah Working Home yang menggambarkan manusia yang selalu bergerak dinamis. Mereka tak harus bekerja di satu tempat, melainkan di ruang manapun yang mampu memberi inspirasi. Palet untuk menggambarkannya adalah merah, biru navy, oranye, kuning canary dan beberapa warna lainnya.



(asf/asf)