Foto: PM Inggris Theresa May Tampil Stylish di Hari Pertama Kerja

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 14 Jul 2016 15:32 WIB
Foto: Getty Images Foto: Getty Images

Jakarta - Perhatian dunia tengah tertuju pada Theresa May. Dialah sosok pengganti David Cameron yang mengundurkan diri sebagai perdana menteri (PM) Inggris Raya pasca hengkangnya negara monarki itu dari Uni Eropa (Brexit). Di hari pertama bekerja, ia membuktikan dirinya sebagai PM yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Dalam hal ini, gaya berbusananya.

Theresa menjadi wanita kedua yang memegang jabatan PM Inggris Raya setelah Margaret Thatcher, sang 'Wanita Besi'. Ia resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Rabu (13/7/2016). Ada dua agenda penting Theresa di hari pertamanya sebagai PM, yakni menghadap Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham, lalu menyampaikan pidato pertamanya di depan kediaman resmi PM, 10 Downing Street, London.



Untuk kedua kesempatan spesial tersebut, wanita 59 tahun itu muncul dalam balutan dress hitam dipadu coat navy. Kesan stylish tercipta berkat tailored-cut dan permainan tabrak warna (color-blocking) kuning lemon di bagian bawah coat. Tidak hanya stylish, coat tersebut juga meninggalkan kesan smart dan elegan pada penampilan politikus dari Partai Konservatif itu.

Adalah Amanda Wakeley, desainer asal Inggris yang merancang coat tersebut sebagai bagian dari koleksi Spring-Summer 2015. Dirilis tahun lalu, coat seharga 685 pound atau sekitar Rp 12 jutaan itu sudah habis terjual.

Penampilannya kian sempurna lagi dengan sepatu andalannya, heels bermotif tutul dari L.K Bennett. Dibilang andalan lantaran sepatu tersebut selalu menemaninya di setiap pertemuan penting. Sebagai sentuhan akhir, ibu dua anak ini menghiasi lehernya dengan kalung rantai berwarna silver.



Seperti dikabarkan Telegraph, gaya berbusana Theresa rupanya sempat menjadi perbincangan hangat di jagad Twitter. Pujian khususnya para netizen berikan untuk pilihan coat tersebut. "Incredibly rousing speech by Theresa May. And that coat..." tulis @Adam_A87. Sementara itu @VictoriaPeckham menulis, "I love Theresa May's colour-block coat. #punditry."

Mantan Menteri Dalam Negeri Inggris itu memang dikenal menaruh perhatian lebih dalam hal gaya berbusana. Terlihat dari pilihan busananya yang bermerek terkenal. Ia pernah memakai Burberry saat menghadiri rapat kabinet, berdebat dalam balutan Vivienne Westwood, dan membungkus tubuhnya dengan busana karya Roland Mouret di konferensi partai.



"Jelas sekali bahwa Theresa sangat memerhatikan gaya dan tren terkini. Dia memiliki gaya khas yang kuat sehingga terlihat memukau namun tetap bisa diterima secara bersamaan," ujar pakar brand Nick Ede kepada Daily Mail.

Sementara itu, Grace Woodward, seorang stylist selebriti, juga tidak memungkiri sense of style Theresa. Tapi agar penampilannya lebih maksimal, ia menyarankan sang PM dapat mengikuti jejak Michelle Obama. "Dia harus mencontoh Michelle Obama dalam memilih busana yang sesuai dengan bentuk tubuhnya dan jangan pernah berkompromi dengan gaya. Tentu saja seorang PM boleh memakai heels," katanya.

Pujian juga datang dari Sarah Harris, fashion features director majalah Vogue Inggris. Menurutnya penampilan Theresa membuktikan bahwa fashion dan politik bisa sejalan. "Saya membayangkan, (Theresa) sebagai PM, tampil semenarik mungkin memang tidak berdampak pada Brexit. Tapi, dia mampu memadukan warna dan motif, lalu rok dan celana, secara cermat. Tidak semua wanita bisa seperti itu," ujarnya.



Di sisi lain, kegemarannya mamakai busana dari label-label Inggris dinilai banyak pihak sebagai bentuk dukungannya pada industri fashion dalam negeri. Harapan pun muncul, Brexit akan membawa dampak positif bagi fashion Inggris di bawah pimpinan alumnus Oxford tersebut.

Di Indonesia sendiri, bersatunya fashion dan politik sudah terlihat saat Mari Elka Pangestu memegang jabatan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011-2014. Hampir di setiap acara penting, Mari selalu mencoba memberikan penampilan terbaiknya dalam balutan busana bergaya modern tentunya dengan sentuhan elemen Indonesia. Dan yang terpenting, hampir semua busana tersebut adalah karya anak bangsa. (dng/dng)