Mundur Dari Dewi Fashion Knights, Ini Kata Priyo Oktaviano

- wolipop Kamis, 13 Nov 2014 13:04 WIB
Foto: Moh. Abduh/ Wolipop
Jakarta -

Desainer Priyo Oktaviano menjadi salah satu dari ksatria mode pilihan di ajang Dewi Fashion Knights (DFK) 2014. Sebuah ajang tahunan dari majalah Dewi yang merupakan acara puncak malam penutupan pesta mode terbesar di Indonesia, Jakarta Fashion Week, pekan lalu. Penobatan sebagai ksatria mode pun tak hanya didapatkannya tahun ini. Priyo juga mendapat predikat itu di perhelatan JFW tahun sebelumnya.

Namun di tahun ini, sayangnya predikat ksatria mode harus ditinggalkan oleh Priyo. Desainer lulusan Esmod Paris itu mengatakan sengaja mundur dari ajang Dewi Fashion Knights yang berlangsung pada 7 November 2014 lalu. Hal ini terangkat setelah majalah Dewi sebagai pihak penyelenggara DFK mengumumkan di situs resminya.

"Pada 11 November 2014, Majalah Dewi menerima pengunduran diri Priyo Oktaviano sebagai salah satu desainer DFK 2014. Kami menghormati dan menghargai keputusan tersebut untuk kebaikan industri fashion Indonesia," tulis di situs Dewi.

Saat dikonfirmasi tentang hal ini, Priyo memilih tak banyak berkomentar. "Ini sudah keputusan saya, terima kasih ya.. All the best," kata Priyo kepada Wolipop, Kamis (13/11/2014).

Priyo enggan menyebutkan alasan di balik pengunduran dirinya dari ajang DFK tahun ini. Untuk DFK yang berlangsung Jumat (7/11/2014) lalu, Priyo menampilkan koleksi bertajuk 'African Blu' dari lini Priyo Oktaviano Couture.

Sebelumnya, koleksi terbaru Priyo ini ramai jadi perbincangan di kalangan pecinta mode. Ia dituding menjiplak karya desainer Amerika, Prabal Gurung yang ditampilkan untuk koleksi Fall/Winter 2014. Isu ini mulai besar saat foto koleksi terbaru Priyo disandingkan dengan karya Prabal. Dilihat sekilas, desain keduanya memang cukup mirip dari segi teknik, siluet dan jahitan. Hanya berbeda dari pemilihan warna dan detail couture yang dipakai Priyo, seperti permainan payet dan bulu.

"Saya belum bisa beri keterangan lanjut tentang ini, terima kasih," ujar Priyo kepada Wolipop, saat ditanya tentang isu plagiarisme itu.

Priyo Oktaviano, namanya makin bersinar sejak desainer kelahiran Jawa Timur itu menjadi juara favorit untuk Lomba Perancang Mode Femina tahun 1996 silam. Priyo juga pernah mengikuti berbagai kontes mode di skala internasional. Di antaranya juara ke-4 dalam Kompetisi Eropa untuk Tekstil dan Desain Fashion, Apolda 2002, Jerman, finalis dalam Concours CISEAUX WIZO au Bains Douches-Paris dan Concours Jeunes Createurs di Paris pada tahun 2001.

Pada tahun 2008, ia bergabung dengan Yayasan Cita Tenun Indonesia, sebuah organisasi yang berkomitmen untuk melestarikan serta mengembangkan warisan tekstil tenun Indonesia. Koleksi Priyo pun kerap mengangkat keindahan tekstil Indonesia sebagai material utama. Salah satunya adalah kain tapis Lampung yang ditampilkan di gelaran Dewi Fashion Knight di tahun 2013 lalu. Priyo membuktikan bahwa warisan budaya seperti kerajinan tenun bisa tampil berbeda dan mengikuti perkembangan zaman.

(als/fer)