Intimate Interview

Kanaya Tabitha Rela 'Tinggalkan' Hidup Glamour Demi Dirikan Rumah Pandai

- wolipop Rabu, 22 Okt 2014 14:55 WIB
Dok. Arina Yulistara/Wolipop
Jakarta -

Kanaya Tabitha merupakan salah satu desainer sukses asal Indonesia. Desainer yang memiliki ciri khas rancangan busana seksi dan glamour itu mengaku merasa sudah berada di puncak karier dan ingin melakukan sesuatu yang bisa membantu orang lain. Beberapa kali Kanaya mengikuti kegiatan sosial tapi belum merasa puas sampai akhirnya ia membuat resolusi untuk 2014.

Kanaya mengatakan resolusi tahun ini adalah menaburkan 1.000 kebaikan kepada 1.000 orang yang membutuhkan. Resolusi tersebut mulai terwujud ketika hatinya tersentuh saat menyaksikan bencana meletusnya Gunung Sinabung di Sumatera Utara pada awal 2014 lalu.

"Rumah Pandai ini saya dirikan dari nol memang harus dari pribadi dulu ya. Pergerakannya tiba-tiba saja, saya lihat bencana Sinabung di televisi lalu saya ingat resolusi di 2014 membuat 1.000 kebaikan dalam arti memberikannya kepada 1.000 orang yang belum saya kenal. Ketika kita mengatakan sesuatu itu kan doa, ketika doa itu terwujud saya harus bisa menyebarkan virus kebaikan kepada banyak orang terutama teman-teman artis," tutur Kanaya saat berbincang dengan Wolipop beberapa waktu lalu di Lippo Mal Kemang, Kemang, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, Kanaya menceritakan pertama kali datang ke Sinabung ia menetap selama kurang lebih satu minggu. Kemudian ia melakukan perjalanan pulang-pergi untuk memberikan barang-barang yang dibutuhkan oleh para korban. Setelah terjun langsung ke kawasan bencana tersebut, Kanaya baru mengajak rekan-rekan artis seperti Aline Adita, Nadia Mulya, Dira Sugandi, dan Susan Bachtiar, untuk membuat sebuah wadah yang dapat menampung masyarakat tidak mampu dan korban bencana alam di daerah.

Wadah tersebut dinamakan Yayasan Rumah Pandai Terang Indonesia. Yayasan ini diperkenalkan ke publik pada akhir April lalu. Kini Rumah Pandai sudah semakin besar dan tersebar di berbagai wilayah seperti Sinabung, Rokatenda (Nusa Tenggara Timur), Ngantang (Jawa Tengah), dan Babelan (Bekasi).

Selama mengembangkan Rumah Pandai, tak jarang Kanaya lupa tidur dan makan seadanya. Ia pun tidak pernah mengeluh dan merasa bersyukur bisa menjalani aktivitas sosial ini. Ia juga belajar berternak lele dan jamur untuk mengajarkan anak-anak yang menjadi korban bencana alam atau hidup di bawah garis kemiskinan.

"Kadang ada staf yang mendampingiku, bilang kalau aku cuma tidur 1,5 jam. Di sana juga makan apa adanya, makan nasi putih hangat sama ikan baru diambil dari laut itu rasanya nikmat banget, aku juga biasa ngajari ternak lele dan aku juga punya jamur di rumahku," cerita desainer yang memulai kariernya sejak 1999 itu.

Kanaya mengatakan tahun ini fokusnya untuk membuat Rumah Pandai semakin besar. Desainer ternama ini berharap dengan adanya Rumah Pandai bisa memberikan kehidupan baru untuk korban bencana terutama anak-anak.

"Dari pengalaman saya tinggal di sana kalau yang diperlukan para pengungsi sebenarnya bisa hidup normal kembali. Dari situlah muncul ide pemberdayaan, akhirnya kita melakukan action untuk saudara kita yg membutuhkan. Setiap bencana akibatnya anak-anak dan kemiskinan. Dan yang paling menyentuh saya gimana kita bisa memberikan bekal masa depan kepada mereka," papar Kanaya saat press conference di Atrium Lippo Mall Kemang.

(aln/aln)