Wamenparekraf Puji Kesuksesan Dian Pelangi Fashion Show di Amerika

- wolipop Kamis, 16 Okt 2014 17:11 WIB
Foto: Arina/Wolipop
Jakarta -

Dian Pelangi merupakan salah satu desainer muda yang sudah memamerkan karyanya di berbagai negara mulai dari Australia, London, hingga Amerika. Kepergian desainer 23 tahun itu ke negeri Paman Sam tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tapi juga dapat mengharumkan nama Indonesia. Melihat hal itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bangga akan hasil jerih payah wanita berdarah Palembang ini.

Kesuksesan Dian yang bisa menembus ajang fashion week dunia seperti D.C. Fashion Week, membuat Kemenparekraf semakin yakin kalau Indonesia akan menjadi kiblat fashion muslim dunia di 2020. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menparekraf, Sapta Nirwandar.

"Dian sangat berhasil ya, ini membanggakan buat Indonesia. Kita harus yakin dan optimis kalau 2020 Indonesia bisa menjadi kiblat fashion muslim dunia, dan saya sangat mendukung itu," tutur Sapta saat berbincang dengan Wolipop usai press conference di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kemenparekraf, kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (16/10/2014)

Sapta juga mengatakan bahwa desainer busana muslim Indonesia sangat maju. Mereka bisa memanfaatkan material alam Indonesia menjadi busana yang bisa dipakai sehari-hari baik acara formal maupun informal. Beragam material yang memiliki khas masing-masing sesuai daerahnya membuat hasil rancangan busana Indonesia lebih unik dari negara lain.

Belum ditambah hijabers Tanah Air yang semakin pintar memadupadankan busana dengan hijabnya. Keragaman itu yang membuat Sapta yakin kalau Indonesia bisa menjadi kiblat fashion dunia terutama fashion muslimnya.

"Uniknya bahan-bahan kita sangat kaya seperti tenun, songket, ada lagi benang emas dan ini butuh keahlian para pelaku fashion. Sekarang sudah banyak perempuan muda yang hijabnya fashionable, mereka juga punya komunitas sendiri, ini tentu bisa menjadi daya tarik asing datang ke Indonesia," tambah Sapta.

Setuju dengan pernyataan Sapta, Dian Pelangi pun mengatakan kalau tren fashion muslim di Indonesia jauh lebih berkembang daripada negara barat. Di negara barat kini fashion muslim baru mulai dikembangkan berbeda dengan Indonesia yang sudah berkembang sejak 30 tahun lalu.

"Saya rasa mungkin Indonesia sudah sangat pantas jadi kiblat fashion muslim dunia, tinggal mendeklarasikannya saja. Saya berharap nantinya akan dibuat Hijab Fashion Week di Indonesia yang diikuti para desainer dunia," ujar wanita lulusan sekolah mode ESMOD Jakarta itu.

Dian kemudian menceritakan berbagai pengalamannya selama di Amerika, mulai dari fashion show, bertemu dengan para hijabers Amerika, pemotretan, hingga syuting film. Menurutnya, tidak sedikit warga Amerika yang tertarik dengan rancangan busananya. Bahkan beberapa dari mereka menyarankan agar Dian membuka toko di Amerika.

(aln/eny)