ADVERTISEMENT

Iwet Ramadhan Digandeng Istri Ahok untuk Kembalikan Eksistensi Batik Betawi

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 02 Okt 2014 16:49 WIB
Dok. detikFoto
Jakarta - Batik memang identik dengan kebudayaan Jawa, tak heran jika masyarakat lebih mengenal batik asal Yogyakarta atau Pekalongan saja. Namun tahukah Anda jika Jakarta juga memiliki batiknya ‎tersendiri?

Sebagian dari Anda mungkin pernah melihat gambar ondel-ondel yang dijadikan motif batik. Namun itu bukan corak batik asli Betawi. DKI yang masih berada di Kepulauan Jawa ini ternyata memang mempunyai motif batik klasik sendiri yang dinamakan Batik Karet. Kain yang berasal dari kawasan Karet, Jakarta Pusat itu memang ‎telah lama tak terdengar gaungnya sehingga kurang populer.

Demi mengembalikan eksistensi batik Betawi, istri Wakil Gubernur ‎DKI, Veronika Tan memiliki rencananya tersendiri. Ia berniat mengajak para wanita yang dipindahkan ke rusun-rusun (rumah susun) untuk menjadi perajin dan bersama-sama menghidupkan Batik Karet. Demi menyukseskan proyek ini, Veronika pun menggaet sang ahli batik, Iwet Ramadhan.

"Salah satu cita-cita Ibu (Veronika) untuk memberdayakan wanita di rusun yang sudah dibuat Bapak (Gubernur Basuki C.P.) supaya membuat sebuah karya," kata presenter 33 tahun yang sempat ragu mengungkapkan projek tersebut.

Penulis buku 'Cerita Batik' itu mengatakan rencana yang digagas istri Basuko Tjahja Purnama (Ahok) ini menjadi motivasi untuknya yaitu membuat masyarakat‎ dan para desainer agar mencintai batik. Kepada Iwet, Veronika pun menyampaikan harapannya agar rencananya tersebut bisa cepat terlaksana, tapi keinginan tersebut tidak serta-merta dikabulkannya. Pria yang dikenal sebagai penyiar radio ini meminta istri sang wagub untuk sedikit bersabar.

"Ibu minta cepet. Mudah-mudahan akhir tahun bisa terealisasi. Sekarang masih dalam proses. Kemarin sudah meeting, sedang pengerjaan silabus ‎materi," ujar Iwet.

Bertepatan dengan Hari Nasional Batik ‎yang jatuh hari ini, Kamis (2/10/2014), penyiar radio tersebut juga mengajak agar masyarakat Indonesia ramai-ramai memahami batik. "Paling tidak kalau beli batik, tanya ke penjualnya, ini batik apa, motifnya apa, filosifinya apa," saran Iwet yang pernah 'mendekati' brand H&M demi mempromosikan batik.

(ami/hst)