Karya Desainer Fashion Tampil Beda di Pameran Seni Rupa

- wolipop Kamis, 10 Nov 2011 09:05 WIB
Dok. Wolipop
Jakarta - Awal Desember ini, dunia seni Indonesia akan diramaikan oleh perhelatan seni rupa kontemporer. Dalam ajang bernama PMR Cube: Contemporary Culture Interplay tersebut, karya-karya para perupa seni kontemporer akan bersanding dengan hasil karya 15 desainer fashion berbakat Indonesia.

PMR Cube pun diklaim sebagai ajang pertama di Indonesia, yang mempertemukan seni rupa kontemporer dan fashion dalam pameran dengan konsep baru dan berbeda. PMR Cube bukanlah sebuah kolaborasi antara seni rupa kontemporer dan fashion, tapi menampilkan dua bidang berbeda itu dalam satu wadah dengan ciri khas dan keunikannya masing-masing.

Menurut kritikus seni dan kurator Jim Supangkat, secara umum kebudayaan kontemporer sangat diwarnai oleh gaya hidup di masa sekarang lewat tanda-tanda yang bersifat global. Pameran ini, mencoba melihat interaksi antara perkembangan seni kontemporer dengan fashion, karena fashion juga merupakan bagian dari budaya kontemporer.

"Fashion sangat kental dengan gaya hidup dan tidak selalu berkaitan dengan pakaian. Di pameran ini, para perancang menciptakan fashion yang dikembangkan dengan ekspresi, bukan berdasarkan pesanan," jelas Jim, saat konferensi pers PMR Cube di The Only One Club, fX Center, Jakarta, Rabu (9/11/2011).

Secara bentuk, pameran akan ditata selayaknya pergelaran seni rupa kontemporer pada umumnya yang sangat beragam dan tidak konvensional. Karya para perancang mode akan hadir dalam bentuk instalasi; fashion yang dipamerkan, dan ditata bersama karya-karya perupa dari bidang seni rupa lainnya.

"Presentasi yang ditampilkan cukup unik, tidak hanya baju, tapi tampil dalam kelompok instalasi yang menyatu dengan instalasi yang dibuat seniman. Untuk pertama kalinya, fashion masuk dalam pameran seni kontemporer dan tidak terpisah," tambah pria kelahiran Makassar ini.

Perlu ditekankan, dalam pameran ini, desainer fashion bukan diidentifikasikan sebagai seniman, tapi tetap dalam ranah awalnya yaitu insan mode. Oleh karena itu, para perancang mode yang ikut dalam ajang ini tidak berusaha meleburkan karya mereka dengan karya seni rupa yang lain, melainkan memunculkan bentuk asli dari karakter dan keunikan mereka.

"Saya mengajak 15 desainer muda Indonesia yang sudah punya track record baik dan hasilnya diakui media internasional. Poin terpenting adalah, saya tidak mau fashion dianggap sebagai seniman, dalam pameran ini yang ditekankan adalah instalasinya. Fashion designer tidak berubah jadi seniman, fashion is fashion," tegas Dian Muljadi, perintis media gaya hidup dan kolektor seni yang juga menjadi kurator fashion dalam PMR Cube.

Adapun 15 desainer yang ikut dalam ajang ini, di antaranya Andreas Odang, Adesagi Kierana, Barli Asmara, Deden Siswanto, Didit Hediprasetyo, Jeffry Tan, Oka Diputra, Sofie, Sapto Djokokartiko, Steven Huang dan Tex Saverio.

PMR Cube akan diselenggarakan pada 1-6 Desember 2011. Nantinya, akan ada lebih dari 100 hasil karya seni baru yang seluruhnya merupakan pekerjaan tangan dari insan-insan seni Indonesia. Peserta pameran terdiri dari desainer fashion, graphic designer, perupa mural, desainer produk, komikus serta perupa-perupa seni rupa kontemporer Indonesia yang akan menampilkan berbagai gejala seni rupa kontemporer dunia.

Acara ini diprakarsai Mobiliari Media Group, bekerja sama dengan majalah Indonesia Tatler dan Lorenzo Rudolf, pendiri dan CEO Art Stage Singapore.


(hst/hst)