Desainer Tak Gaji Staf Rp 900 Juta, Malah Pamer Perhiasan Cartier Rp 150 Juta
Andrea Mary Marshall, desainer yang pernah mendandani Julia Roberts, Katie Holmes hingga Cynthia Erivo, didakwa setelah tunggakan upah terhadap mantan karyawannya. Desainer 44 tahun itu tidak membayarkan upah pekerja dengan total sekitar US$54 ribu atau sekitar Rp900 juta selama tiga tahun.
Di tengah kasus tersebut, penampilan Marshall juga ikut menjadi perhatian. Ia masih terlihat hidup dalam kemewahan, termasuk mengenakan gelang Cartier Love yang disebut bernilai hampir US$8.000 atau sekitar Rp 150 juta.
Gelang Cartier Love yang sebelumnya disorot mantan pekerjanya terlihat masih melingkar di pergelangan tangannya. Gelang tersebut bahkan terlihat saat Marshall mengunggah video dirinya sedang menjahit di Instagram, tak lama setelah menghadiri agenda persidangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaksa Distrik Manhattan Alvin Bragg menuduh sang desainer melakukan "pencurian" upah serta mempekerjakan pekerja dalam kondisi yang eksploitatif.
Marshall diduga meminta mantan karyawannya bekerja hingga 100 jam dalam seminggu.
Ia juga dituduh menahan kartu pencatatan waktu kerja yang berkaitan dengan perhitungan lembur. Jika terbukti, keseluruhan dakwaan tersebut ia bisa dipenjara hingga 10 tahun.
Sejumlah pekerja kemudian mengirim pesan kepada Marshall untuk meminta pembayaran upah mereka. Salah satunya memohon agar sebagian gajinya dibayarkan karena ia harus mengirim uang ke Ekuador untuk anaknya yang sedang sakit.
Pihak Marshall membantah bahwa masalah tersebut tidak sesederhana tuduhan tidak membayar karyawan. Mereka menyebut Marshall membayar pekerjanya di atas upah minimum. Ia juga disebut membelikan makanan serta membayar transportasi pulang bagi karyawan yang bekerja hingga larut malam.
"Marshal adalah pengusaha dan seniman wanita yang bekerja sendiri dan telah melakukan yang terbaik dalam keadaan yang menantang. Ia membayar semua pekerjanya di atas upah minimum, lebih dari yang ia bayarkan untuk dirinya sendiri, selain juga membelikan mereka makanan dan transportasi Uber untuk pulang ketika mereka bekerja lembur. Sejauh ia mengalami masalah arus kas dan tertinggal dalam kewajibannya, ia tetap berkomitmen untuk membayar utang-utangnya yang belum lunas," ungkap pengacaranya, Anna Estevao dan Justine Harris, seperti dikutip dari NY Post.
(kik/kik)










































