Ratu Kecantikan Alami Alopecia, Kisah Kehilangan Rambut Diabadikan Jadi Gaun
Mary Sickler, wakil Amerika Serikat di Miss World 2026, mengalami perubahan besar dalam hidupnya setelah didiagnosis alopecia universalis. Kehilangan rambut yang sempat menjadi bagian paling rentan dalam perjalanannya kini justru diabadikan menjadi sebuah gaun couture rancangan Christian Siriano.
Gaun merah tersebut diperkenalkan pada Kamis (17/9/2026) dalam proyek Regrowth Restyled, kampanye edukasi dari Sun Pharma yang mengangkat kisah perempuan dengan alopecia areata berat. Yang membuat busana ini terasa begitu personal adalah detail bunganya. Motif tersebut terinspirasi dari pengalaman Sickler saat pertama kali berani melihat dirinya sendiri tanpa wig.
Sickler didiagnosis mengalami alopecia universalis pada Desember 2024, yang dapat menyebabkan kerontokan rambut di seluruh tubuh, termasuk alis dan bulu mata.
Awalnya, Sickler memilih tidak langsung mengungkap kondisinya kepada publik. Ia tetap menjalani aktivitas sebagai model dan mengikuti ajang kecantikan dengan memakai wig.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu momen yang kemudian mengubah cara pandangnya terjadi saat menjalani sebuah pemotretan. Saat itu, ia memberanikan diri tampil tanpa rambut palsunya, dan fotografer menghiasi kepala Sickler dengan bunga untuk sesi foto tersebut. Hasilnya membuat Sickler melihat dirinya dengan cara yang berbeda.
"Itu pertama kalinya saya melihat diri saya cantik tanpa wig," ungkap Sickler.
Bunga-bunga tersebut kemudian menjadi simbol penting dalam perjalanan Sickler menerima perubahan pada dirinya.
Tak disangka, simbol itu kini menjadi bagian dari gaun yang dirancang khusus oleh Christian Siriano.
Siriano merancang gaun merah dengan menggabungkan cerita tiga perempuan yang memiliki pengalaman dengan alopecia. Motif bunga yang menjadi detail utama gaun berasal dari kisah Sickler. Sementara siluet one-shoulder terinspirasi dari pengalaman perempuan lain yang mengalami pertumbuhan kembali rambutnya.
Bagi Siriano, busana tersebut bukan sekadar pakaian yang menggambarkan kerontokan rambut. Ia ingin fashion menjadi cara bagi para perempuan tersebut untuk mengekspresikan diri dan merasa percaya diri.
Bagi Sickler, melihat hasil akhirnya menjadi momen emosional. Ia mengaku merasa bahagia, lega, dan terharu melihat pengalaman pribadinya diterjemahkan ke dalam sebuah karya couture.
Perjalanan Sickler dengan alopecia kemudian semakin terbuka di dunia pageant. Pada 8 September 2025, ia mengungkapkan diagnosis alopecia kepada publik. Beberapa pekan kemudian, ia tampil di preliminary Miss USA tanpa wig.
Sickler kemudian mewakili Amerika Serikat di Miss World 2026 yang digelar di Vietnam dan berhasil menembus Top 20. Di tengah dunia pageant yang identik dengan rambut panjang dan penampilan glamor, Sickler memilih tampil terbuka dengan kondisi yang dialaminya.
(kik/kik)










































