Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Most Pop: Wanita Ditemukan Setelah 26 Tahun Hilang, Foto Dulu-Sekarang Viral

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Minggu, 27 Sep 2026 19:18 WIB
...
Wanita Tiongkok bertemu kembali dengan keluarga usai 26 tahun hilang viral di media sosial. Foto dulu dan sekarang miliknya memicu kembali debat perdagangan manusia.
Foto: Dok. Douyin/Weibo/SCMP.
Jakarta -

Foto viral 'dulu dan sekarang' seorang wanita Tiongkok yang berkumpul kembali bersama keluarganya. Perbedaan kondisinya menarik atensi pembaca selama sepekan terakhir.

Seorang wanita asal Tiongkok utara akhirnya bertemu kembali dengan keluarga kandungnya setelah hilang selama 26 tahun. Foto sebelum dan sesudah dirinya ditemukan usai hilang yang beredar luas di media sosial memicu perhatian publik terhadap perjuangan para korban selamat dari kejahatan perdagangan manusia.

Seperti dikutip dari South China Morning Post, Sun Meihua, wanita asal Provinsi Shandong, berhasil ditemukan setelah seorang pengguna internet bernama Chuxin membagikan kisahnya. Dalam sebuah video kunjungan ke desa, Chuxin bertemu dengan Sun yang rambutnya beruban, berpenampilan rapuh, dan menunjukkan gejala gangguan kognitif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chuxin segera mengetahui bahwa Sun bukan warga lokal dan telah lama menyimpan harapan untuk berkumpul kembali dengan keluarganya. Meskipun memiliki keterbatasan intelektual, Sun menunjukkan kemampuan yang luar biasa, seperti mengingat istilah perdagangan luar negeri dan menulis dengan jelas. Ia mampu menulis namanya sendiri, menyebutkan dua nama yang diyakini sebagai kerabatnya, serta mengenali beberapa lokasi di Beijing.

Sebuah artikel yang kini telah dihapus dari seorang relawan menyebutkan bahwa Sun lahir di Beijing pada 1968 dari keluarga yang cukup berada. Ia fasih berbahasa Inggris serta terlatih dalam tarian balet dan ballroom. Kendati demikian, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

ADVERTISEMENT

Sun dilaporkan menghilang pada tahun 2000, memicu pencarian tanpa hasil oleh keluarganya selama bertahun-tahun. Ia akhirnya hilang kontak dan menetap di Shandong, tinggal bersama "Paman Long", seorang pria yang berusia sekitar 20 tahun lebih tua darinya. Hubungan pasti antara keduanya hingga kini belum diungkapkan.

Chuxin berhasil mendapatkan informasi identitas Sun setelah menukarkan sebuah ponsel kepada pria yang dipanggil Paman Long. Kemudian, relawan membantu mengatur tes DNA hingga akhirnya menemukan kakak laki-laki kandung Sun di Beijing.

Sun pun akhirnya berkumpul kembali dengan keluarganya, meskipun kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Laporan juga menunjukkan bahwa ia memiliki seorang kakak perempuan yang tinggal di Amerika Serikat.

Hingga saat ini, belum jelas apakah kasus Sun melibatkan perdagangan manusia atau apakah ada pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban. Otoritas lokal belum membeberkan apakah sosok Paman Long dicurigai melakukan tindak pidana. Selain itu, video dan laporan mengenai kasus ini mulai sulit ditemukan di platform media sosial.

Di Tiongkok, pelaku penculikan, penjualan, pembelian, atau pemindahan wanita dan anak-anak untuk tujuan perdagangan manusia dapat dipidana hingga 10 tahun penjara. Pada kasus yang lebih berat, hukuman dapat ditingkatkan menjadi penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Pada 2 September, Du Xiaohua, seorang aktivis pencarian anak hilang yang terkenal, menanggapi kasus Sun dalam sebuah video. Putra Du yang berusia enam tahun hilang pada tahun 2011. Dia pun menghabiskan lebih dari satu dekade mencari anaknya ke seluruh Tiongkok. Pengalamannya menjadi inspirasi bagi film Dearest pada tahun 2014.

Du pun mengungkapkan rasa leganya atas kembalinya Sun ke pangkuan keluarga, seraya mengapresiasi otoritas lokal dan dukungan masyarakat. "Aku berharap Kakak Sun bisa menjalani kehidupan yang aman dan damai di masa depan," ujar Du dilansir dari South China Morning Post.

(dtg/dtg)
Tags
...
Hide Ads