Raja Harald V Meninggal, Ini Sosok Pangeran Norwegia yang Akan Naik Tahta
Raja Harald V telah menghembuskan napas terakhirnya di usia 89 tahun. Sebelum meninggal, Harald dirawat di rumah sakit dengan kondisinya disebut kritis selagi masyarakat Norwegia telah berkumpul di depan istana. Sepeninggalan raja, Putra Mahkota Haakon akan jadi penerusnya.
Norwegia memiliki raja baru. Putra Mahkota Haakon, 53 tahun, diharapkan naik takhta sebagai Raja Haakon VIII. Anak sulung Haakon kini menyandang gelar Putri Mahkota Ingrid Alexandra dan menjadi takhta selanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haakon sudah sangat berpengalaman dalam menjalankan tugas kerajaan. Saat kondisi kesehatan ayah menurun dalam beberapa tahun terakhir, ia sudah mengambil alih peran sebagai wali raja atau raja sementara.
Sepeninggalan ayahnya, Raja Haakon diharapkan bisa menstabilkan sistem monarki negara Skandinavia tersebut. Karena berbagai skandal, publik mengantisipasi Haakon dapat meningkatkan popularitas keluarga kerajaan mengingat riwayat interaksi istrinya dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein dan vonis pemerkosaan yang dijatuhkan terhadap anak tirinya.
OSLO, NORWAY- AUGUST 19: Crown Prince Haakon and King Harald V attend a luncheon in honour of World War II veterans and time witnesses at the Oslo Opera House on August 19, 2021 in Oslo, Norway. ( Photo By Rune Hellestad/ Getty Images) Foto: Getty Images/Rune Hellestad |
Monarki Norwegia memiliki akar sejarah yang panjang. Saat ini, peran raja lebih bersifat simbolis karena kekuasaan pemerintahan berada di tangan parlemen hasil pemilihan umum. Namun keluarga kerajaan memiliki status layaknya selebriti serta berperan dalam mempromosikan negara yang makmur tersebut di kancah internasional seperti di Inggris.
Sebelumnya hanya anak laki-laki yang diperbolehkan jadi raja. Namun konstitusi Norwegia diubah pada 1990 untuk memungkinkan anak sulung di masa depan tanpa memandang jenis kelamin mendapatkan prioritas dalam garis suksesi.
Haakon tentu telah mengantisipasi perannya di masa depan sebagai raja Norwegia. Dalam sebuah buku yang terbit tahun 1998, Haakon mengungkapkan bahwa semasa kecil ia bermimpi memiliki toko mainan namun segera menyadari bahwa nasib hidupnya telah ditentukan.
Ayah dua anak tersebut memiliki gelar sarjana ilmu politik dari University of California, Berkeley, dan gelar master di bidang studi pembangunan dari London School of Economics and Political Science, dengan spesialisasi perdagangan internasional dan Afrika. Pada 1995, ia lulus dari Akademi Angkatan Laut Kerajaan Norwegia dan juga menyelesaikan program pelatihan diplomat di Kementerian Luar Negeri.
Sebagai penggemar selancar, ski, Haakon pernah mengatakan akan menjadi seorang peselancar jika bukan seorang anggota kerajaan. Ia juga seorang pencinta musik yang menyukai genre rock dan rap dan kerap menghadiri berbagai festival musik di seluruh Eropa semasa mudanya.
Calon Ratu Mette-Marit
Foto: Getty Images/Jeff J Mitchell
Selama ini, mereka kerap menghiasi sampul majalah gosip namun tetap berupaya menjalani kehidupan keluarga yang relatif normal dan tertutup. Keduanyanya memiliki dua orang anak, Ingrid Alexandra dan Pangeran Sverre Magnus. Haakon juga menjadi ayah tiri bagi putra Mette-Marit, Marius Borg Høiby, yang tidak menyandang gelar kerajaan.
Tantangan Haakon sebagai Raja Baru Norwegia
Foto: Getty Images/Per Ole Hagen
Salah satu tugas Haakon yang kini adalah memperkuat dukungan masyarakat terhadap keluarga kerajaan. Meskipun sebagian besar masyarakat masih memberikan dukungan, proporsinya telah menurun dalam beberapa tahun terakhir dan mengalami pukulan berat tahun ini seiring bergulirnya persidangan kasus Høiby.
Pada bulan Juni, Høiby dijatuhi hukuman empat tahun penjara setelah dinyatakan bersalah melakukan pemerkosaan. Ia dinyatakan bersalah atas dua dari empat dakwaan pemerkosaan yang dihadapinya dan dibebaskan dari dua dakwaan lainnya. Pria itu juga dinyatakan bersalah melakukan kekerasan dan penganiayaan dalam hubungan dekat. Pengacara Høiby menyatakan bahwa ia akan mengajukan banding atas putusan tersebut.
Selain masalah anak tiri dan istrinya, kakaknya, Märtha Louise pada 2024 menikahi Durek Verrett, seorang pria Amerika yang mendeskripsikan dirinya sebagai dukun dan penyembuh di situs webnya. Pada tahun 2022, ia mengumumkan bahwa ia tidak akan lagi mewakili keluarga kerajaan Norwegia secara resmi karena "banyak pertanyaan terkait peranku dan tunanganku,"
Sebuah jajak pendapat yang diterbitkan oleh surat kabar Norwegia, Dagbladet, pada akhir 2022 menunjukkan bahwa 68% responden menyatakan ingin mempertahankan sistem monarki. Ketika NRK mengajukan pertanyaan yang sama pada tahun 2017, tingkat dukungan terhadap keluarga kerajaan berada di angka 81%.













































