Linda Farrow Hadirkan Lensa Photochromic, Bisa Adaptasi dengan Cahaya
Kacamata kini tak hanya soal bentuk frame dan gaya. Linda Farrow membawa inovasi pada koleksi terbarunya dengan memperkenalkan lensa photochromic by Barberini dalam koleksi 'Water's Edge'.
Teknologi tersebut menjadi salah satu highlight dalam peluncuran koleksi Linda Farrow di Optik Seis Plaza Senayan, Jakarta, baru-baru ini. Lensa photochromic dirancang untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi cahaya, sehingga dapat bertransisi dari suasana siang menuju senja.
Inovasi tersebut melengkapi pendekatan desain yang selama ini menjadi identitasnya. Adapun koleksi 'Water's Edge' terinspirasi dari Sungai Thames yang ikonis dan karakter London sebagai kota cosmopolitan yang sarat nilai historis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggunaan lensa photochromic menjadi menarik karena teknologi tersebut diterjemahkan ke dalam aksesori fashion. Alih-alih hanya menjadi elemen estetika, lensa ikut merespons lingkungan ketika kondisi pencahayaan berubah.
Koleksi Kacamata Linda Farrow Autumn/Winter 2026. (Foto: Dok. Linda Farrow) |
Pada koleksi ini, Linda Farrow bekerja sama dengan Barberini untuk menghadirkan lensa photochromic tersebut. Dalam keterangan tertulis dari Optik Seis, lensa dirancang untuk bertransisi secara mulus dari siang hingga senja.
Kehadiran teknologi ini juga sejalan dengan tema 'Water's Edge' yang mengeksplorasi perubahan cahaya di atas Sungai Thames. Palet koleksinya mengambil inspirasi dari warna sungai, mulai dari antique gold, rich brown, hingga washed blue.
Selain inovasi pada lensa, koleksi Autumn/Winter 2026 ini menawarkan detail craftsmanship yang menjadi ciri Linda Farrow. Di antaranya pelapisan logam dua warna, motif honeycomb dengan teknik engine-turning, hand-painted eyelet hardware, serta penggunaan high-shine Italian acetate.
Koleksi 'Water's Edge' terdiri dari 34 model, mencakup 21 sunglasses dan 13 optical frames. Salah satu model yang turut menjadi sorotan adalah Blair, yang menggunakan konstruksi laminated core wire pada bagian temple.
Untuk sunglasses, terdapat Helena yang disebut sebagai Best Seller, serta Skyе dan Taya yang masuk kategori Iconic. Ada pula Sirena dan Coraline yang ditawarkan sebagai Limited Edition.
Model Helena hadir dengan siluet persegi berukuran besar. Sementara itu, Darya menawarkan bentuk persegi panjang yang lebih ramping. Coraline menggunakan siluet heksagonal klasik yang terinspirasi era 1970-an, periode yang menjadi salah satu bagian penting dalam DNA desain Linda Farrow.
Koleksi Kacamata Linda Farrow Autumn/Winter 2026 (Foto: Dok. Linda Farrow) |
Pada kategori optical frames, sejumlah model yang ditampilkan antara lain Ferro, Vanta, Pax, dan Calthorpe. Koleksi ini memadukan bentuk kontemporer dengan karakter klasik yang menjadi ciri desain Linda Farrow.
Dalam private viewing di Optik Seis Plaza Senayan, koleksi "Water's Edge" ditata dalam empat area utama untuk memberikan pengalaman melihat koleksi secara lebih menyeluruh.
Area pertama merupakan Hero Collection yang ditempatkan di bagian entrance. Tiga sunglasses menjadi sorotan utama, yakni Cortes, Skye, dan Helena.
Berikutnya, area Featured Sunglasses Selection menampilkan enam model pilihan, termasuk Sirena, Taya, Skye, Coraline, dan Helena dalam beberapa varian.
Koleksi Kacamata Linda Farrow Autumn/Winter 2026. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
Area ketiga khusus menampilkan Featured Optical Frames Selection. Enam model, yaitu Ferro, Vanta, Pax, dan Calthorpe dalam sejumlah varian, ditampilkan untuk memperlihatkan ragam desain optical frames Linda Farrow.
Sementara area keempat berupa wall display yang menghadirkan keseluruhan koleksi Autumn/Winter 2026 'Water's Edge', mencakup sunglasses dan optical frames.
(dtg/dtg)














































