Kasus Pewaris Singha Mengaku Dilecehkan Kakak, Sempat Dituntut Ibu Kandung
Netizen dihebohkan dengan drama keluarga bir Singha. Salah satu pewaris, Psi Scott, mengaku mendapat pelecehan seksual dari kakaknya sendiri, Pi Scott. Sebelum kasus tersebut dilaporkan Psi ke polisi, ibunya juga menuntut aktivis tersebut tapi kini sudah siap berdamai.
Jeeranuch Bhirombhakdi, generasi ketiga keluarga Singha, sempat menggugat putranya sendiri, Siranudh 'Psi' Scott. Pada bulan Februari, ia menuntut Psi dengan peraturan yang dikenal sebagai 'undang-undang anak yang tidak tahu berterima kasih'.
Peraturan ini memungkinkan orang tua untuk mencabut hadiah jika anak mereka dianggap tidak tahu diri melakukan kekerasan fisik, lalai di usia tua, atau bertanggung jawab atas kerusakan reputasi yang serius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena gugatan ibunya tersebut, Psi akhirnya mengungkapkan tuduhan pada bulan Mei bahwa ia pernah dilecehkan secara seksual oleh kakak laki-lakinya, Sunnit 'Pi' Scott, dan pengasuhnya selama bertahun-tahun.
Siranudh 'Psi' Scott Foto: Facebook |
Ketika itu, Jeeranuch berpendapat bahwa Psi telah merusak reputasi keluarga dan berupaya merebut kembali tanah senilai jutaan dolar yang dihadiahkan kepada Psi oleh mendiang kakeknya. Kini wanita tersebut memilih untuk mencabut tuntutannya.
"Dengan mencabut gugatan tersebut, mereka tidak lagi menyebabkan kerugian lebih lanjut bagiku, tetapi semua hal lain yang membawaku ke titik ini masih tetap ada. Meskipun mereka menarik gugatan tersebut, hidup saya masih hancur," kata Siranudh kepada wartawan di luar pengadilan dilansir France24.
Sejak mengungkap kisahnya, Psi mendapat perhatian dan dukungan dari publik. Sekitar 20 pendukung Siranudh berkumpul di dekat pengadilan sambil memegang bunga kertas dan foto-fotonya.
"Aku tidak dapat mengklaim hari ini sebagai kemenangan karena kasus ini seharusnya tidak pernah terjadi. Aku tidak pernah tidak berterima kasih kepada siapa pun," lanjut Psi.
Siranudh 'Psi' Scott Foto: Facebook |
Perwakilan Psi, Parnthep Pourpongpan, mengatakan kepada wartawan bahwa Jeeranuch mengajukan permintaan rekonsiliasi keluarga karena perselisihan ini adalah masalah keluarga. Jeeranuch mengatakan siap untuk bicara.
Jeeranuch mengaku menghormati dan menerima proses peradilan terkait masalah antara kedua putranya dan berharap kebenaran akan terungkap dan keadilan akan ditegakkan bagi kedua anaknya. "Ibu ini siap untuk berbicara, asalkan kita berbicara dengan penuh kasih sayang dan niat baik yang tulus satu sama lain," ujarnya.
Sunit 'Pi' Scott telah membantah tuduhan terhadapnya namun ia mengakui memang pernah melakukan permainan yang kasar antar anak-anak saat mereka masih kecil. Sedangkan perusahaan induk Singha, Boonrawd Brewery, telah memecatnya dari jabatan eksekutif pada bulan Mei.
Keluarga Bhirombhakdi sendiri terdaftar sebagai keluarga terkaya ke-15 di Thailand menurut Forbes. Kekayaan bersih mereka diperkirakan mencapai $1,75 miliar (Rp 31 triliunan).
(ami/ami)













































