Viral Momen Haru Anak Nuno Da Costa Tenangkan Ayahnya Usai Kalah dari Argentina
Momen mengharukan di Piala Dunia FIFA 2026 terjadi di sisi lapangan setelah Argentina mengalahkan Cape Verde dengan skor 3-2 pada Jumat (3/7/2026) malam. Penyerang Cape Verde, Nuno Da Costa, tampak menangis usai timnya tersingkir.
Nuno Da Costa tak kuasa menahan air mata setelah perjuangan bersejarah negaranya harus berakhir. Berjalan ke sisi lapangan, ia langsung disambut anggota keluarga yang juga larut dalam emosi.
Tampak Nuno dikelilingi istri dan kedua anaknya yang berusaha menenangkan atlet berusia 35 tahun itu. Salah satu anak Nuno terlihat memeluk dan mengelus punggung sang ayah, begitu pula dengan istrinya, yang memberi kecupan di dahi sebagai bentuk dukungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Momen tersebut viral di berbagai media sosial, termasuk Instagram, TikTok dan X. Tak sedikit netizen memuji sikap sang anak.
"Meskipun sedang sedih, bocah laki-laki itu tetap menghibur ayahnya. Momen-momen seperti inilah inti dari sepak bola," tulis salah satu pengguna X.
"Melihat anak itu menenangkan ayahnya yang sedang sedih usai pertandingan memperlihatkan sisi kemanusiaan yang sesungguhnya di balik momen-momen sepak bola seperti ini," komentar netizen lainnya.
Nuno Da Costa ditenangkan keluarga usai Cape Verde kalah dari Argentina di Piala Dunia 2026. Foto: Instagram/@nunodc29 |
Adegan haru tersebut dianggap mewakili perjalanan luar biasa Cape Verde di Piala Dunia tahun ini. Negara kepulauan yang hanya berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa itu mampu memberikan perlawanan sengit kepada juara bertahan Argentina pada babak 32 besar.
Pertandingan bahkan harus berlanjut hingga babak tambahan waktu sebelum akhirnya Argentina memastikan kemenangan dengan skor 3-2.
Sebelum turnamen dimulai, hanya sedikit yang memperkirakan Cape Verde mampu melangkah sejauh ini. Sebagai debutan di Piala Dunia, mereka berhasil mengejutkan dunia sepak bola dengan menjadi negara berpenduduk paling sedikit yang pernah lolos ke fase gugur.
Nuno Da Costa ditenangkan keluarga usai Cape Verde kalah dari Argentina di Piala Dunia 2026. Foto: Instagram/@nunodc29 |
Dalam perjalanan menuju fase tersebut, Cape Verde sukses menahan imbang dua mantan juara dunia, Tim nasional sepak bola Spanyol dan Tim nasional sepak bola Uruguay. Meski harus tersingkir, pelatih Tanjung Verde, Bubista, mengaku sangat bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang nyaris memaksa Argentina menjalani adu penalti.
"Kami telah menunjukkan bahwa meskipun berasal dari negara kecil, kami mampu bersaing melawan tim-tim terbaik di dunia. Itu adalah alasan untuk bangga," ujar Bubista, seperti dikutip dari Times of India.
Dia juga menegaskan bahwa pencapaian timnya akan selalu dikenang oleh masyarakat Cape Verde.
"Kami telah menorehkan sejarah bagi negara kami. Mereka semua pantas bangga karena telah mewakili negara ini," tutupnya.
(hst/hst)











































