Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Mantan Pacar Elon Musk Tolak Uang Rp 700 Miliar, Ngaku Lebih Pilih Moral

Tim Wolipop - wolipop
Kamis, 25 Jun 2026 08:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ashley St Clair
Foto: Twitter Ashley St Clair
Jakarta -

Ashley St. Clair kembali membuka babak baru perseteruannya dengan Elon Musk. Influencer 27 tahun itu mengaku pernah menolak kesepakatan kerahasiaan (NDA) bernilai US$ 40 juta atau setara dengan Rp 718 miliar yang ditawarkan setelah ia melahirkan anak yang disebut sebagai anak ke-13 pendiri Tesla dan SpaceX tersebut.

Dalam wawancara di podcast The Don Lemon Show, mantan pacar Musk itu mengungkap bahwa dirinya sempat terkejut dengan cara tawaran itu disampaikan. Menurutnya, awalnya Musk mengirim pesan yang berisi instruksi untuk mentransfer dana sebesar US$15 juta guna membeli rumah dan menyediakan dana cadangan.

Namun beberapa hari kemudian, ia mengaku mendapat panggilan telepon panjang dari Jared Birchall, orang kepercayaan sekaligus manajer keuangan Musk. Dalam percakapan itu, menurut St. Clair, mulai dibahas kemungkinan adanya perjanjian kerahasiaan yang harus ditandatangani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

St. Clair mengatakan ia langsung menolak gagasan tersebut. Ia mengklaim bahwa Musk kemudian menawarkan paket finansial yang lebih besar, yakni US$15 juta di muka serta US$100 ribu per bulan selama 20 tahun.
Sebagai imbalannya, St. Clair mengaku diminta untuk tidak berbicara mengenai Musk maupun hal-hal yang berkaitan dengannya.

"Saya tidak boleh mengatakan hal buruk tentang Elon. Saya tidak boleh membicarakan apa pun, termasuk karyawannya, afiliasinya, atau hal lain terkait dirinya," ungkap St. Clair.

ADVERTISEMENT
Dokumen Ashley St. Clair Lahirkan Anak ke-13 Elon MuskDokumen Ashley St. Clair Lahirkan Anak ke-13 Elon Musk Foto: Dok. Mahkamah Agung New York

Meski jumlah uang yang ditawarkan sangat besar, St. Clair mengaku tetap menolak. Menurutnya, keputusan itu diambil demi anak-anaknya.

Ia menegaskan bahwa menandatangani NDA bukanlah pilihan yang menurutnya benar secara moral. Bahkan, ia mengaku rela hidup lebih sederhana bersama kedua anaknya daripada menerima kesepakatan tersebut.

"Saya lebih memilih tinggal di apartemen studio bersama kedua anak saya daripada menandatangani perjanjian itu," katanya.

Kisah ini bermula pada Februari 2025 ketika St. Clair secara terbuka mengungkap bahwa Musk adalah ayah dari putranya yang lahir sekitar lima bulan sebelumnya. Hubungan St. Clair dan Musk kemudian memburuk. Seiring berjalannya waktu, konflik keduanya berkembang menjadi sengketa hukum. Keduanya kini terlibat proses hukum yang masih berlangsung

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads