Karina & Winter aespa Jadi Korban Deepfake, Hukuman Pelakunya Tuai Perdebatan
SM Entertainment merilis pernyataan resmi terkait kasus yang melibatkan Karina dan Winter. Kedua personel aespa menjadi korban deepfake alias konten manipulasi AI yang berbau vulgar.
Sebelumnya pada Rabu (14/1/2026), penggemar dihebohkan dengan video deepfake Karina aespa yang beredar di X. Penampilannya selama gelaran K-Link Festival 2024 diedit tidak memakai gaun aslinya yang berwarna tosca. Ia dibuat memakai gaun hitam berkerah rendah yang mengekspos bagian dadanya.
Para MY (sebutan penggemar aespa) sontak mendesak SM Entertainment untuk mengambil tindakan tegas dan membawa kasus ini ke jalur hukum. Terlebih ini bukan pertama kalinya Karina dan personel aespa lainnya menjadi korban penyebaran konten deepfake.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, Kamis (18/6/2026), SM Entertainment mengumumkan bahwa pelaku yang membuat dan menyebarkan konten deepfake Karina dan Winter aespa dinyatakan bersalah. Ia telah menjual konten vulgar tersebut dengan tujuan mendapatkan keuntungan pribadi.
Berdasarkan putusan pengadilan, pelaku dijatuhi hukuman penjara dua tahun enam bulan penjara, serta wajib mengikuti program penanganan kekerasan seksual selama 80 jam. Tak hanya itu, pelaku dilarang bekerja di lembaga yang berkaitan dengan anak-anak dan remaja selama tujuh tahun.
Penampilan Karina dan Winter aespa menonton Piala Dunia 2026 di Meksiko. Foto: Instagram |
Dalam pernyataannya, SM Entertainment menegaskan bahwa pihaknya terus memantau laporan dari penggemar dan platform media sosial termasuk TheQoo, Instiz, X, Nate Pann, Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube untuk mencegah penyebaran konten deepfake.
"Selanjutnya, kami akan mengajukan pengaduan pidana kepada pihak berwajib terhadap penulis postingan dan komentar jahat tentang artis kami yang melanggar Undang-Undang Hukuman Kekerasan Seksual, Undang-Undang Jaringan Informasi dan Komunikasi, dan Undang-Undang Kerangka Kerja Telekomunikasi. Kami telah mengamankan sejumlah bukti dan sedang dalam proses mengidentifikasi identitas para pengunggah anonim dengan bantuan perusahaan platform media sosial dan lembaga terkait."
"Dengan ini kami menyatakan bahwa kami akan menanggapi penyebaran rumor jahat, informasi palsu, pelecehan seksual, ejekan, serta pembuatan dan distribusi konten yang menyimpang, tanpa keringanan atau penyelesaian dengan tegas," demikian pernyataan SM Entertainment, seperti dilansir dari Koreaboo.
Meskipun SM Entertainment telah mengambil tindakan tegas terhadap kasus penyebaran konten deepfake Karina dan Winter aespa, tak sedikit penggemar yang geram setelah mengetahui oknum tersebut hanya dihukum dua tahun enam bulan penjara.
(rcp/rcp)











































