Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Barron Trump Terjun ke Bisnis Minuman, Harga Produknya Menuai Pro dan Kontra

Eny Kartikawati - wolipop
Selasa, 09 Jun 2026 15:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Barron Trump, anak Donald Trump
Foto: Dok. AFP, Instagram
Jakarta -

Barron Trump, putra bungsu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terjun ke dunia bisnis dengan menjual minuman berenergi. Baru saja diluncurkan, harga minuman Barron menuai pro dan kontra.

Barron Trump meluncurkan minuman premium merek SOLLOS Yerba Mate. Barron yang baru saja menjadi mahasiswa di NYU Stern School of Business itu tercatat sebagai salah satu direktur perusahaan minuman tersebut. SOLLOS didirikan bersama beberapa teman dekatnya yang berusia 19 hingga 23 tahun dari South Florida.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Produk perdana yang diluncurkan SOLLOS adalah paket berisi 12 kaleng rasa nanas dan kelapa dengan harga US$39 atau sekitar Rp 630 ribu. Minuman ini dibuat menggunakan teh herbal yerba mate organik asal Brasil yang dipadukan dengan rasa nanas dan kelapa, serta menggunakan pemanis berupa gula tebu, madu mentah, dan ekstrak buah monk. Setiap kaleng mengandung 50 kalori dan 120 mg kafein alami.

SOLLOS mengklaim lahir sebagai respons terhadap gaya hidup aktif masyarakat Florida yang banyak menghabiskan waktu di luar ruangan seperti berselancar dan bermain tenis.

"Kebanyakan merek meluncurkan empat rasa sekaligus dengan harapan konsumen menyukai salah satunya. Kami memilih menyempurnakan satu rasa hingga benar-benar sempurna," tulis tim SOLLOS.

Beberapa bulan sebelum peluncuran, perusahaan Barron Trump menjelaskan makna nama SOLLOS melalui unggahan LinkedIn. Nama tersebut berasal dari kata "sol" yang berarti matahari dalam bahasa Spanyol, dipadukan dengan kata yang sama yang ditulis terbalik menjadi "los".

Baru diluncurkan, SOLLOS memicu perdebatan di media sosial. Banyak netizen menilai harga minuman yang diproduksi Barron Trump tersebut terlalu mahal, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup di Amerika Serikat. Sebagai perbandingan, harga satu pak berisi 12 kaleng minuman energi Red Bull di Amazon berkisar antara US$17 hingga US$25, jauh lebih murah dibandingkan SOLLOS yang dibanderol US$39.

Merek SOLLOS juga menuai kritik karena menggunakan produk dan nama bernuansa Amerika Selatan. Sementara itu di sisi lain kebijakan imigrasi pemerintahan Trump kerap dianggap kontroversial karena semakin ketatnya peraturan untuk imigran asal Amerika Latin.

"Jual budayannya, deportasi orangnya," kritik netizen.

Terlepas dari berbagai kritik yang muncul, peluncuran SOLLOS menandai langkah pertama Barron Trump di dunia bisnis. Publik pun penasaran apakah putra bungsu Donald Trump itu akan mengikuti jejak sang ayah yang selama bertahun-tahun mengembangkan berbagai lini bisnis dengan membawa nama keluarga Trump.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads