Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Emilia Clarke Sempat Yakin Akan Meninggal Usai Alami 2 Kali Perdarahan Otak

Kiki Oktaviani - wolipop
Senin, 08 Jun 2026 08:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 11: Emilia Clarke attends the
Foto: John Phillips/Getty Images
Jakarta -

Di balik kesuksesan besarnya lewat serial Game of Thrones, Emilia Clarke ternyata pernah melewati masa yang sangat kelam. Aktris asal Inggris itu mengaku sempat yakin hidupnya tidak akan bertahan lama setelah mengalami dua kali perdarahan otak di usia muda.

Aktris 39 tahun itu mengenang bagaimana kondisi kesehatannya yang memengaruhi mental hingga rasa percaya dirinya selama bertahun-tahun.

"Selama beberapa tahun, aku merasa seperti sudah lolos dari kematian, dan kematian itu akan datang menjemputku. Aku benar-benar merasa telah melakukan sesuatu yang salah dan seharusnya tidak berada di sini," ujar Emilia Clarke dalam acara Variety Power of Women London.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bintang Game of Thrones tersebut mengungkap bahwa perdarahan otak pertama terjadi saat usianya baru 22 tahun, tepat ketika kariernya mulai melejit lewat peran Daenerys Targaryen. Dua tahun kemudian, ia kembali mengalami perdarahan otak kedua yang membuatnya harus menjalani operasi lagi.

Emilia Clarke saat sedang menderita penyakit stroke.Emilia Clarke saat sedang menderita penyakit stroke. Foto: Dok. CBS News

"Aku berusia 22 tahun saat mengalami perdarahan otak pertama, dan 24 tahun ketika mengalami yang kedua. Di usia 22 tahun itu juga aku menjalani syuting musim pertama Game of Thrones, lalu di usia 24 aku debut di Broadway," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Meski mengalami trauma besar, Emilia mengaku dirinya terlalu sibuk bekerja hingga tak sempat benar-benar memproses apa yang terjadi pada tubuh dan pikirannya.

"Aku tidak pernah punya kesempatan untuk benar-benar memikirkan apa yang dilakukan dua trauma otak itu pada diriku karena aku masih bisa berjalan, berbicara, mengingat dialog, dan kembali syuting hanya dalam hitungan minggu," katanya.

Emilia juga mengaku sempat mengabaikan berbagai gejala yang muncul, mulai dari gangguan hormon, kecemasan, nyeri di seluruh tubuh, hingga pingsan setelah syuting panjang. Ia menganggap semuanya hanya akibat tekanan kerja di industri hiburan.

"Kurasa itu normal bekerja di industri yang sangat terobsesi pada penampilan. Bahkan ketika aku pingsan setelah syuting malam yang panjang atau merasa sakit di seluruh tubuh, aku tidak pernah berpikir untuk mencari tahu penyebabnya," ukunya.

Pada 2019, Emilia bersama sang ibu, Jenny Clarke, mendirikan organisasi amal SameYou yang fokus membantu pemulihan mental bagi penyintas cedera otak dan perdarahan otak. Menurut Emilia, dampak cedera otak bukan hanya soal kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi identitas seseorang.

"Itu bisa membuatmu takut dan yakin bahwa kamu tidak akan pernah menjadi dirimu yang dulu lagi. Tapi kami tahu bahwa pemulihan itu mungkin terjadi," tutupnya.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads