Momen Glamor Pangeran Harry dan Meghan Markle di Tengah Gugatan Mengejutkan
Kabar tentang gugatan hukum bukan penghalang bagi Pangeran Harry dan Meghan Markle eksis di pesta Netflix yang bertabur bintang. Keakraban mereka dengan para selebriti memastikan karier mereka di dunia hiburan setelah keluar dari keanggotaan senior keluarga Kerajaan Inggris.
Pasangan Duke dan Duchess of Sussex tersebut menghadiri acara "BEEF Season 2 Montecito Tastemaker" yang berlangsung di sebuah kediaman pribadi di Montecito, California. Dalam sejumlah foto yang beredar, keduanya terlihat berpose bersama CEO Netflix Ted Sarandos dan istrinya, Nicole Avant.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Markle yang berbalut gaun satin kuning kehijauan yang mengilap juga tampak berfoto bersama Sarandos sebelum berpelukan dengan Avant.
Tak hanya itu, Page Six melaporkan, Harry dan Meghan juga berbaur dengan sejumlah selebritas papan atas, termasuk penyanyi Katy Perry dan mantan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Sejumlah nama lain yang hadir antara lain aktor Oscar Isaac, Charles Melton, dan Nick Kroll.
Kemunculan mereka terjadi pada hari yang sama Sentebale, organisasi amal yang didirikan Harry, melayangkan gugatan. Gugatan tersebut terkait dugaan pencemaran nama baik menyusul konflik internal dengan ketua organisasi, Dr. Sophie Chandauka.
Selain Harry, mantan trustee Sentebale, Mark Dyer, juga ikut digugat. Dewan pengurus dan direktur eksekutif Sentebale menyatakan telah memulai proses hukum atas dugaan "kampanye media negatif terkoordinasi" sejak Maret 2025.
Dalam pernyataannya, pihak yayasan menilai tindakan tersebut menyebabkan gangguan operasional dan merusak reputasi organisasi, termasuk memicu gelombang perundungan siber terhadap pihak yayasan dan kepemimpinannya.
Meski demikian, juru bicara Harry dan Dyer membantah keras tuduhan tersebut. Mereka menyebut klaim dari Sentebale sebagai "menyinggung dan merugikan".
"Luar biasa bahwa dana amal kini digunakan untuk proses hukum terhadap pihak yang membangun dan mendukung organisasi ini selama hampir dua dekade, alih-alih digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," ujar perwakilan tersebut.
Harry mendirikan Sentebale pada 2006 sebagai penghormatan kepada ibunya, Princess Diana. Organisasi ini berfokus membantu anak-anak dan remaja yang terdampak HIV/AIDS di Lesotho dan Botswana.
Namun, konflik internal memuncak pada Maret 2025, ketika Harry mengundurkan diri setelah berselisih dengan Chandauka. Rekan pendiri, Prince Seeiso of Lesotho, serta dewan pengurus turut mengikuti langkah tersebut.
Dalam pernyataan bersama saat itu, Harry dan Seeiso menyebut pengunduran diri dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap dewan pengurus.
Di sisi lain, Chandauka sempat melaporkan Harry dan para trustee ke Charity Commission for England and Wales atas dugaan perundungan dan pelecehan. Ia mengklaim konflik bermula ketika tim Harry meminta dirinya membela Markle terkait polemik foto dalam sebuah acara Sentebale pada April 2024.
Namun, dalam laporan Agustus 2025, Komisi tersebut menyatakan tidak menemukan bukti adanya perundungan sistemik di dalam organisasi. Meski begitu, mereka mengkritik kedua pihak karena membawa konflik ke ranah publik, yang dinilai merusak reputasi lembaga dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap badan amal.
Sumber terdekat Harry menyebut, ia dan Seeiso tidak berencana kembali ke Sentebale selama Chandauka masih menjabat sebagai ketua.
(dtg/dtg)












































