Angelina Jolie Bagikan Kehidupan Wanita Gaza Lewat Surat yang Menyanyat Hati
Angelina Jolie menjadi salah satu selebriti yang vokal dalam menyatakan dukungannya kepada Palestina. Aktris tersebut sejak lama dikenal sebagai aktivis pengungsi dan mereka yang terkena dampak perang. Dalam postingannya baru-baru ini, Angie pun membagikan curhatan seorang wanita Gaza melalui surat yang menyayat hati.
Angelina Jolie membagikan pesan yang sangat menyentuh dari seorang wanita berusia 26 tahun yang tinggal di Gaza selagi membagikan foto-foto kondisi kehidupan di sana. Dikatakan bahwa ia kehilangan ayahnya dalam serangan artileri dan kini tinggal di tenda bersama keluarga dan saudara kembarnya yang lumpuh.
Wanita itu pun menceritakan kenyataan pahit kehidupan sehari-hari di bawah ketidakpastian yang terus-menerus. Dalam suratnya, ia memberikan gambaran yang jelas dan memilukan tentang perjuangan untuk bertahan hidup, menangkap perjuangan tanpa henti, ketahanan yang tenang, dan korban jiwa di Gaza.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam perang-perang sebelumnya, kami mengira bahwa kehilangan atau kematian adalah hal tersulit yang dapat dialami seseorang di negara ini. Tetapi dalam perang ini kami menemukan bahwa ada sesuatu yang lebih buruk daripada kematian... yaitu terus hidup, tetapi tanpa semangat, membawa beban penderitaan yang semakin berat seperti beton yang telah digunakan berton-ton," tulisnya.
Surat itu juga mengungkap perjuangan orang-orang di Gaza yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, seperti mengambil air dalam kondisi ekstrem, mengantre untuk mendapatkan makanan dari dapur amal, dan tidak adanya sekolah yang berfungsi.
"Banyak anak-anak telah lupa seperti apa sekolah itu, atau bahkan bagaimana memegang pena atau mewarnai buku catatan. Impian mereka terbatas pada mendapatkan satu liter air atau sepiring makanan," bunyi surat itu.
Wanita itu kemudian menyoroti bahaya kesehatan akibat kebakaran, gas beracun, rumah sakit yang rusak, dan kekurangan obat-obatan, di samping kekurangan listrik dan keterbatasan bahan bakar untuk memasak.
Ia meratapi kenangan yang tertinggal di jalan-jalan yang kini tertutup debu dan puing-puing, jalan-jalan yang dulunya ramai, penuh tawa anak-anak dan kehidupan yang penuh warna. Kehancuran telah meninggalkan bekas yang nyata di jantung kota.
Mewakili orang-orang di Gaza, ia menyampaikan kerinduan mereka merayakan Ramadan bersama keluarga, menghadiri pernikahan, dan menikmati kehidupan yang semarak di lingkungan mereka. Kemudian ia bertanya bagaimana kehidupan normal seperti itu bisa lenyap dalam sekejap mata.
Namun terlepas dari kesulitan-kesulitan yang terbayangkan tersebut, ia mengakhiri suratnya dengan harapan dan perjuangan. "Orang-orang di Gaza masih berjuang untuk mengembalikan rasa hidup dan kebahagiaan."
(ami/ami)











































