Makna Mendalam di Balik Kostum Panggung BTS, Comeback dengan Album ARIRANG
BTS sukses menggelar konser comeback untuk merayakan perilisan album ARIRANG. Busana yang dikenakan ketujuh personelnya RM, Suga, J-Hope, Jin, Jungkook, V, dan Jimin tak kalah mencuri perhatian penggemar karena dirancang khusus dan sarat makna.
Konser 'BTS Comeback Live: ARIRANG' diselenggarakan pada Sabtu (21/3/2026) pukul 20.00 KST di tempat bersejarah Korea Selatan, Gwanghwamun Square. Penggemar dari mancanegara juga dapat menyaksikan aksi panggung mereka secara langsung melalui Netflix.
Menurut laporan HYBE, penampilan BTS menarik perhatian lebih dari 104 ribu penonton. RM cs mengobati kangen penggemar yang sudah lama tak melihat boy group ini dalam formasi lengkap. Mereka terakhir kali tampil bersama pada 2022.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk penampilannya, BTS memakai kostum panggung rancangan desainer ternama Korea Selatan, Jay Songzio di balik label SONGZIO. Ia menghadirkan koleksi busana bernuansa monokrom yang terinspirasi dari baju zirah era Joseon, sehingga dinamai Lyrical Armor.
Dałam wawancara dengan WWD, Jay Songzio mengungkap bahwa perwakilan agensi BTS, HYBE menghubunginya sekitar dua bulan lalu. Mereka tidak memberikan "referensi yang spesifik" namun ingin ketujuh personel BTS berbalut busana dengan tema khusus, yang disesuaikan dengan peran atau karakter tertentu dalam kisah Arirang.
Penampilan BTS saat menggelar konser 'BTS Comeback Live: ARIRANG' di Gwanghwamun Square. Foto: dok. HYBE |
Karena itu, konsep kostum panggung BTS untuk comeback tahun ini berkaitan erat dengan sejarah Korea Selatan. "Korea, sejak usia yang sangat awal telah mengalami banyak perang, banyak masa yang menantang dan sulit dan orang Korea harus selalu mengatasi kesedihan ini. Jadi aku mencoba membangun sebuah cerita di mana para personel ini menjadi semacam pahlawan, semacam pejuang yang berjuang di masa-masa sulit, kemudian menuju masa depan yang lebih cerah."
Jay Songzio mengatakan bahwa RM BTS digambarkan sebagai pahlawan dalam cerita karena "kehadirannya yang sangat karismatik sebagai seorang leader." Sementara Jin tampil dengan kostum panggung khusus dengan peran seniman yang elegan. Di sisi lain, Suga disebut sebagai "sang arsitek" karena biasa menjadi produser lagu-lagu BTS.
Selanjutnya ada J-Hope dengan karakter "sorigun" yang berasal dari kata "sori" berarti suara dan "gun" berarti pria. Sehingga rapper BTS itu dapat dikatakan pula sebagai "sound man." Jimin dijuluki "sang penyair" karena menampilkan sisi lembut dan kemampuan dalam pertunjukannya.
"Siapa pria tampan ini? Kami memutuskan untuk memanggil V BTS sebagai seonbi. Dan seonbi dalam bahasa Korea berarti bangsawan, kita bisa menyebutnya pria terhormat dalam sejarah Korea," timpal sang desainer.
Tak ketinggalan, ada golden maknae BTS, Jungkook dengan kostum panggung khusus sebagai "sang pelopor." Kepada Jay Songzio, ia meminta agar kemeja putihnya dilukis "dengan cara yang sangat kasar dan usang, terinspirasi seperti lukisan pemandangan Korea."
Menariknya, para personel BTS terlibat dalam proses kreatif kostum panggungnya. Jay Songzio mengaku terkejut dengan tingkat keterlibatan mereka, yang fokus ke detail kecil seperti warna dan aksesori.
Penampilan BTS membawa makna lebih dalam dari sekadar panggung comeback biasa. Mereka membuka konser dengan Body to Body, pertama lagu dari album ARIRANG yang menyertakan melodi lagu rakyat Korea tersebut. Dilanjutkan dengan lagu-lagu terbaru termasuk title track-nya SWIM, Hooligan, 2.0, Aliens, FYA, Like Animals, hingga Normal.
(rcp/rcp)











































