1 Litre of Tears Akan Difilmkan, Kontroversi Aktrisnya Kembali Diperbincangkan
Serial Jepang '1 Litre of Tears' yang booming di awal 2000an akan dibuat jadi film. Penggemar dorama tentu menunggu proyek yang dikenang menguras air mata tersebut. Belum banyak informasi mengenai filmnya selain kembalinya Ryo Nishikido sebagai Haruto Aso. Berita tersebut juga mengingatkan publik akan Erika Sawajiri, pemain utama wanita yang terjerat berbagai skandal.
Erika Sawajiri sempat dijuluki 'adik kecil bangsa' karena imejnya yang lugu. Dulu dipuja di seluruh negeri, Erika sayangnya jatuh ke dalam pusaran kontroversi hingga terjun menjadi 'selebriti wanita yang paling tidak disukai di Jepang'. Meski begitu, ia tetap berusaha untuk bangkit kembali.
Latar Belakang Erika Sawajiri
Erika Sawajiri memiliki kecantikan yang diwariskan dari darah campuran ayahnya orang Jepang dan ibunya orang Prancis keturunan Aljazair. Perpaduan fitur Timur dan Barat itu membuatnya menonjol di industri hiburan. Meski begitu, ia sempat merasakan masa kecil yang jauh dari kata damai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika Sawajiri berusia sembilan tahun, ayahnya tiba-tiba meninggalkan keluarga dan menghilang tanpa kabar. Baru ketika ia masuk tahun terakhir sekolah menengah pertama, keluarga mengetahui bahwa ayahnya sudah meninggal karena kanker.
Setahun kemudian, kakak laki-lakinya, yang sangat dekat dengannya, meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. Dilansir Kbizoom, trauma awal ini membentuk kepribadian Erika yang membuatnya mendambakan kasih sayang.
Erika Sebagai Aya Ikeuchi
Foto: Dok. Ist
Setelah '1 Litre of Tears', Erika meraih kesuksesan sebagai aktris dan penyanyi. Ia pun menerima banyak tawaran untuk film, drama, dan kampanye iklan.
Imej yang Tercoreng
Sayangnya citra tersebut tercoreng pada 2007. Saat acara promosi film 'Closed Note', sebuah momen singkat mengubah segalanya. Ketika ditanya tentang momen-momen yang berkesan dari syuting, Erika yang mengenakan pakaian bercorak macan tutul dan wig pirang terlihat menyilangkan tangannya dan dengan dingin menjawab dengan satu kata: "Betsuni" (tidak ada yang khusus).
Dianggap bersikap arogan, dalam semalam media dan publik mulai mengecamnya. Meskipun Erika kemudian muncul di televisi sambil menangis untuk meminta maaf, banyak yang percaya itu hanyalah strategi yang diatur oleh agensi manajemennya. Setelahnya, ia mulai masuk dalam daftar selebriti wanita Jepang yang paling dibenci.
Pernikahan Kontroversial
Foto: Instagram
Pernikahan Erika dengan Tsuyoshi hanya bertahan 3 tahun. Setelah itu, ia berusaha membangun kembali kariernya dengan film Helter Skelter yang disutradarai oleh Mika Ninagawa. Penampilannya sukses membuatnya meraih penghargaan Aktris Terbaik di Japanese Film Awards.
Sempat dianggap menandakan potensi kembalinya namun, pada 2019, kariernya menghadapi pukulan terbesar. Polisi menggeledah apartemennya di Tokyo dan menemukan kapsul berisi MDMA. Selama penyelidikan, Erika mengakui telah menggunakan berbagai narkoba selama sekitar 10 tahun, termasuk ganja, MDMA, LSD, dan kokain.
Pengakuan tersebut mengejutkan Jepang. Perannya dalam drama sejarah NHK langsung dibatalkan, dan semua adegannya harus diambil ulang. Pada 2020, Pengadilan Distrik Tokyo menjatuhkan hukuman satu tahun enam bulan penjara, dengan penangguhan selama tiga tahun. Di persidangan, ia menyatakan: "Aku tidak lagi berhak untuk kembali ke industri hiburan."
Erika Sawajiri Kembali ke Panggung
Foto: Instagram
Setelah kesuksesan drama tersebut, wanita 40 tahun tersebut secara bertahap kembali ke aktivitas komersial. Pada 2025, ia menjadi wajah dari brand lensa kontak berwarna Kaica yang menandai kembalinya ia ke kampanye iklan besar. Ia bahkan dijadwalkan tampil dalam film yang dirilis tahun dan dinantikan para penggemar '1 Litre of Tears'.











































