Kontroversi Wanita Menikah dengan 2 Pria, Dapat Mahar Fantastis
Sebuah pernikahan kontroversial terjadi di Provinsi Buriram, Thailand. Seorang wanita menikahi dua pria sekaligus dalam satu upacara pernikahan yang meriah. Kedua mempelai pria bahkan masing-masing memberikan mahar senilai satu juta baht atau Rp 400 juta kepada sang pengantin wanita.
Dua pria tersebut berasal dari Wina, Austria, dan keduanya saling kenal, bahkan menjalin persahabatan. Suami satu adalah Roman (67) dan suami dua adalah Macky (56). Keduanya menikahi wanita Thailand bernama Dujduan Ketsaro (37).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernikahan itu menarik perhatian warga sekitar karena pasangan tersebut memutuskan hidup bersama sebagai hubungan tiga orang atau 'throuple', meski hukum Thailand hanya mengakui pernikahan monogami.
Dalam rekaman yang beredar, warga terlihat memberi selamat kepada Dujduan yang mengenakan busana pernikahan tradisional Thailand. Pergelangan tangannya dihiasi uang kertas yang diikat sebagai bagian dari tradisi pernikahan. Selain mahar masing-masing satu juta baht, ia juga menerima perhiasan emas dari kedua suaminya.
Dujduan, ibu tiga anak yang sebelumnya bekerja sebagai penyanyi, menceritakan bahwa hidupnya tidak selalu mudah. Ia pernah berpisah dari suami sebelumnya karena masalah keuangan. Setelah itu ia bekerja di Pattaya, kota wisata yang dikenal sebagai tujuan turis mancanegara.
"Rasanya melelahkan, tapi saya terus menjalani hidup sampai akhirnya bertemu Roman yang saat itu sedang berkunjung ke Pattaya," ujarnya.
Ia mengatakan telah tinggal bersama Roman selama lima tahun. Roman sendiri kini sudah pensiun dari pekerjaannya sebagai polisi di Austria. Belakangan, sahabat Roman bernama Macky datang ke Thailand dan akhirnya juga jatuh cinta pada Dujduan.
"Kedua suami saya berasal dari Wina. Kami tidak pernah bertengkar soal hubungan bertiga ini. Kalau ada perdebatan, biasanya hanya soal hal kecil seperti pasangan pada umumnya.," kata Dujduan.
Roman mengaku sejak awal mengetahui perasaan Macky terhadap Dujduan. Ia tidak ingin merusak persahabatan mereka yang sudah terjalin seumur hidup hanya karena satu wanita. Karena itu mereka sepakat menjalani hubungan bersama.
Di tengah pernikahan tersebut jadi sorotan dan kontroversi, ibu Dujduan memberikan restu terhadap putrinya. Ibu Dujduan, Guang (61), mengaku bahagia melihat putrinya kini memiliki pasangan yang mendukungnya secara emosional maupun finansial.
"Kedua suaminya merawat dia dan keluarga dengan baik. Kalau ada orang yang tidak menerima, itu hak mereka. Yang penting anak saya bahagia dan bisa membesarkan anak serta cucunya. Itu sudah cukup bagi saya.,"ujarnya.
(kik/kik)











































