Mirip Ed Sheeran, Pria Ini Diminta Asuransi Rp 200 Miliar untuk Masuk Mall
Punya wajah mirip selebriti mungkin bisa jadi keuntungan, tapi ternyata tak selalu menyenangkan. Hal ini terjadi pada seorang pria yang disebut-sebut sebagai 'kembaran' Ed Sheeran.
Ty Jones, usia 31 tahun, sudah sepuluh tahun terakhir bekerja sebagai impersonator selebriti profesional, alias pemeran ganda Ed Sheeran. Kemiripannya dengan pelantun Shape of You itu memang mencolok, mulai dari rambut merah hingga gaya kasualnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun alih-alih merasa beruntung, Ty mengaku justru 'terjebak' dengan wajahnya sendiri. Akibat kemiripan dengan Ed Sheeran, ruang privasinya jadi sangat terbatas.
Bahkan dia kini sengaja menghindari pusat perbelanjaan, terutama Trafford Centre di kota asalnya, Manchester. Alasannya, ia dikabarkan diminta memiliki perlindungan asuransi senilai £10 juta atau sekitar Rp 200 miliar jika ingin melakukan syuting di sana.
"Saya harus diasuransikan sebesar £10 juta untuk bisa syuting di sana dan harus memberi pemberitahuan terlebih dahulu," kata Ty, seperti dilansir Female First.
Ty mengklaim pernah masuk ke mal tersebut dan langsung dikerumuni banyak orang.
"Saya pernah masuk ke sana dan menyebabkan kerumunan besar yang mengikuti saya ke mana-mana," ujarnya.
Dia pun mengaku kini harus ekstra hati-hati, terutama di tempat umum yang ramai.
"Saya harus sadar betul akan kehebohan yang biasanya ditimbulkan Ed Sheeran. Tempat ramai bisa jadi potensi masalah," katanya.
Meski kehidupan sebagai 'kembaran' artis punya sisi menyenangkan-seperti jumlah pengikut media sosial yang melonjak-Ty menegaskan tidak semuanya soal selfie dan bernyanyi bersama penggemar. Ia pernah dikerumuni di jalan, diteriaki karena bukan Ed Sheeran yang asli, hingga menyaksikan orang mengalami kecelakaan kecil gara-gara salah sangka.
"Seorang pria sampai terjungkal dari sepedanya," ungkap Ty.
"Itu seperti adegan komedi film klasik-dan dia terlihat sangat kecewa ketika sadar saya bukan Ed," tambahnya.
Menurut Ty, reaksi penggemar bisa berubah drastis dalam hitungan detik. Dari yang awalnya terharu dan penuh kekaguman, menjadi kesal begitu menyadari mereka salah orang.
(hst/eny)












































