Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Most Pop: Deretan Foto Andrew Bersama Wanita di Lantai dalam Skandal Epstein

Tim Wolipop - wolipop
Sabtu, 07 Feb 2026 18:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Britains Prince Andrew kneels over a female in this image released by the Department of Justice in Washington, D.C., U.S., on January 30, 2026 as part of a new trove of documents from its investigations into the late financier and convicted sex offender Jeffrey Epstein. U.S. Justice Department/Handout via REUTERS   THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. REDACTED AREAS FROM SOURCE.
Foto Terbaru Pangeran Andrew di Kasus Epstein Foto: U.S. Justice Department/Handout via REUTERS
Jakarta -

Berita terpopuler pekan ini datang dari skandal perdagangan seks Epstein yang menyeret mantan pangeran Inggris, Andrew. Departemen Kehakiman Amerika Serikat mempublikasikan dokumen terbaru kasus Epstein.

Sejumlah foto yang baru dirilis memperlihatkan sosok yang diduga sebagai Andrew Mountbatten-Windsor sedang merangkak di lantai dan mencondongkan tubuh ke arah seorang perempuan yang terbaring di bawahnya.

Foto-foto tersebut muncul dalam dokumen yang dirilis pada Jumat (30/1/2026) dan langsung mendapat sorotan publik. Dalam salah satu foto tanpa tanggal, Andrew yang kini tak bergelar pangeran lagi setelah dicopot kakaknya, Raja Charles III, tampak menatap langsung ke kamera sambil berlutut di atas sosok perempuan yang masih berpakaian lengkap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Britain's Prince Andrew kneels over a female in this image released by the Department of Justice in Washington, D.C., U.S., on January 30, 2026 as part of a new trove of documents from its investigations into the late financier and convicted sex offender Jeffrey Epstein. U.S. Justice Department/Handout via REUTERS   THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. REDACTED AREAS FROM SOURCE.Pangeran Andrew (U.S. Justice Department/Handout via REUTERS THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. REDACTED AREAS FROM SOURCE. Foto: U.S. Justice Department/Handout via REUTERS

Wajah perempuan tersebut disamarkan. Foto lain menunjukkan tangan Andrew diletakkan di bagian perut orang yang sama. Di latar belakang, terlihat kaki orang lain yang disandarkan ke atas meja dengan tumpukan handuk di atasnya.

Dokumen tersebut langsung memicu tekanan politik baru terhadap Andrew, yang selama ini dikenal dekat dengan Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara terbuka meminta Andrew untuk memberikan kesaksian di hadapan Kongres Amerika Serikat terkait hubungannya dengan Epstein.

ADVERTISEMENT

"Korban Epstein harus menjadi prioritas utama," ujar Starmer kepada wartawan dalam kunjungannya ke Jepang, Sabtu (31/1/2026), seperti dikutip CNN. Selain foto, dokumen terbaru juga memuat pertukaran email antara Epstein dan Andrew pada Agustus 2010.

Britain's Prince Andrew kneels over a female in this image released by the Department of Justice in Washington, D.C., U.S., on January 30, 2026 as part of a new trove of documents from its investigations into the late financier and convicted sex offender Jeffrey Epstein. U.S. Justice Department/Handout via REUTERS   THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. REDACTED AREAS FROM SOURCE.Pangeran Andrew THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. REDACTED AREAS FROM SOURCE. Foto: U.S. Justice Department/Handout via REUTERS

Dalam email tersebut, Epstein mengundang Andrew untuk makan malam bersama seorang "teman" di London. Andrew membalas bahwa ia akan "senang bertemu dengannya" dan meminta Epstein memberikan detail kontaknya.

Epstein kemudian menggambarkan perempuan tersebut sebagai wanita Rusia berusia 26 tahun yang "pintar, cantik, dan dapat dipercaya," serta mengonfirmasi bahwa ia telah menerima alamat email ayah Putri Beatrice dan Putri Eugenie itu. Email-email ini dikirim dua tahun setelah Epstein mengaku bersalah atas tuduhan meminta layanan seksual dari anak di bawah umur.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads