Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Mantan Istri Pangeran Andrew Menghilang Usai Terjerat Skandal Epstein

Tim Wolipop - wolipop
Kamis, 05 Feb 2026 19:05 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ODIHAM, ENGLAND - MARCH 24:  The Duchess Of York speaks to her Ex-Husband Prince Andrew as they arrive at All Saints Church, Odiham, Hampshire, England for a Thanksgiving Service for Major Ronald Ferguson March 24, 2003. The Major, who died last week, was the ex-Father in Law of H.R.H. Prince Andrew and had been polo manager to H.R.H. Prince Charles.  (Photo by Julian Herbert/Getty Images)
Sarah Ferguson Foto: Getty Images
Jakarta -

Keberadaan Sarah Ferguson menjadi misteri. Mantan Duchess of York itu tak terlihat di ruang publik sejak Desember lalu, usai menghadiri pembaptisan cucunya di London. Sejak itu, Fergie, sapaan akrabnya, seolah menghilang, bertepatan dengan mencuatnya kembali dokumen berisi email-email lama yang mengaitkannya dengan Jeffrey Epstein.

Sorotan terhadap Fergie makin tajam setelah ia dan mantan suaminya, Pangeran Andrew, resmi diminta meninggalkan Royal Lodge di Windsor. Andrew masih difasilitasi tempat tinggal sementara oleh Raja Charles di Sandringham, sementara Sarah disebut harus mencari tempat tinggal sendiri, tanpa perlindungan finansial maupun status kerajaan seperti sebelumnya.

ODIHAM, ENGLAND - MARCH 24:  The Duchess Of York speaks to her Ex-Husband Prince Andrew as they arrive at All Saints Church, Odiham, Hampshire, England for a Thanksgiving Service for Major Ronald Ferguson March 24, 2003. The Major, who died last week, was the ex-Father in Law of H.R.H. Prince Andrew and had been polo manager to H.R.H. Prince Charles.  (Photo by Julian Herbert/Getty Images)Sarah Ferguson. (Photo by Julian Herbert/Getty Images) Foto: Getty Images

Kondisi ini memicu spekulasi. Penulis biografi kerajaan Andrew Lownie menduga Sarah mengungsi ke Necker Island, pulau pribadi milik Sir Richard Branson di Karibia.
"Saya pikir Sarah Ferguson mungkin berada di Necker Island. Richard Branson adalah teman lamanya dan dikenal selalu menawarkan tempat tinggal," ujar Lownie, dikutip dari Daily Mail.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun klaim tersebut dibantah tegas oleh pihak Virgin Group.

Juru bicara Branson menegaskan Sarah tidak berada di Necker Island dan tidak ada kontak apa pun sejak dokumen Epstein dirilis ulang. Branson juga menegaskan bahwa kejahatan Epstein menjijikkan dan ia mendukung penuh keadilan bagi para korban.

ADVERTISEMENT
Britain's Prince Andrew kneels over a female in this image released by the Department of Justice in Washington, D.C., U.S., on January 30, 2026 as part of a new trove of documents from its investigations into the late financier and convicted sex offender Jeffrey Epstein. U.S. Justice Department/Handout via REUTERS   THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. REDACTED AREAS FROM SOURCE.Foto terbaru Pangeran Andrew di kasus Epstein. U.S. Justice Department/Handout via REUTERS THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. REDACTED AREAS FROM SOURCE. Foto: U.S. Justice Department/Handout via REUTERS

Spekulasi lain menyebut Sarah tinggal diam-diam di bangunan kecil di properti Putri Beatrice di Cotswolds, bersembunyi di apartemen London milik sahabatnya, atau bahkan berada di resor ski Alpen. Hingga kini, tak satu pun dugaan tersebut terkonfirmasi.

Yang pasti, kondisi mental Sarah disebut berada di titik terendah. Seorang sumber kerajaan menggambarkannya sangat rapuh, terutama setelah rilis terbaru dokumen Epstein yang memuat korespondensi lama antara dirinya dan miliarder pelaku kejahatan seksual tersebut.

Email-email itu memicu kontroversi karena menunjukkan kedekatan Sarah dengan Epstein bahkan setelah ia keluar dari penjara pada 2009. Dalam salah satu pesan, Sarah menyebut Epstein sebagai "pilar hidupnya."
Dalam email lain, ia bercanda soal pernikahan dan bahkan menawarkan seorang temannya yang "lajang dan bertubuh bagus," meski mengetahui rekam jejak kriminal Epstein.
Dokumen juga mengungkap permintaan Sarah agar Epstein membiayai tiket pesawat dirinya dan kedua putrinya ke Amerika Serikat, hanya dua hari setelah Epstein bebas. Ia meminta kelas bisnis untuk dirinya, sementara anak-anaknya cukup di kelas ekonomi.

Setelah kehilangan Royal Lodge dan pembekuan status kerajaan Andrew, Sarah disebut mengalami krisis tempat tinggal. Ia ingin tetap tinggal di kawasan Windsor namun menolak hidup bersama Andrew. Meski hubungannya dengan kedua putrinya dikabarkan masih baik, belum ada solusi tempat tinggal permanen baginya.

"Untuk saat ini, Andrew dan Sarah sama-sama menghadapi krisis perumahan. Ini bisa memaksa mereka menurunkan ekspektasi gaya hidup," ujar sumber.

Pakar kerajaan Phil Dampier bahkan menyebut kondisi Sarah sangat mengkhawatirkan. Diduga saat ini mentalnya tengah tertekan.
"Saya membayangkan dia mengurung diri di kamar gelap dan tak ingin bangun dari tempat tidur," katanya.

Hingga kini, Sarah Ferguson memilih bungkam soal hubungannya dengan Epstein, meski puluhan email lama kembali beredar. Di masa lalu, ia pernah menulis bahwa dirinya merasa dikorbankan oleh Istana dan reputasinya dihancurkan di Inggris.

Kini, tanpa rumah tetap, tanpa gelar, dan dengan reputasi yang kembali tercoreng, masa depan mantan Duchess of York itu tampak semakin suram.
"Selama ini hidup bersama Andrew adalah perlindungan baginya, secara keamanan dan finansial. Tanpa itu, dan dengan skandal yang terus bermunculan, ini bisa menjadi akhir dari segalanya bagi Sarah," tutup Dampier.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads