Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Gaya Oversized Ariana Grande Pernah Booming, Ternyata untuk Tutupi Luka Mental

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Kamis, 29 Jan 2026 05:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

LOS ANGELES, CA - JUNE 02:  (EDITORIAL USE ONLY. NO COMMERCIAL USE) Ariana Grande performs onstage during the 2018 iHeartRadio by AT&T at Banc of California Stadium on June 2, 2018 in Los Angeles, California.  (Photo by Kevin Winter/Getty Images for iHeartMedia)
Ariana Grande tampil di atas panggung iHeartRadio by AT&T 2018 di Banc of California Stadium pada 2 Juni 2018 di Los Angeles, California. Foto: Getty Images
Jakarta -

Ariana Grande mengenang kembali salah satu fase fashion dalam hidupnya. Penyanyi sekaligus aktris ini mengungkap bahwa gaya khasnya di tahun 2017 hingga 2018-berupa hoodie oversized dan sepatu boots tinggi-bukan sekadar pilihan mode, melainkan bentuk perlindungan diri saat ia menghadapi banyak tekanan mental.

Dalam episode terbaru seri 'Life in Looks' dari Vogue, wanita 32 tahun ini menilik kembali sejumlah tampilan paling ikonik sepanjang kariernya. Ketika diperlihatkan foto dirinya dengan sweatshirt oversized dan boots tinggi, ia mengaku masa tersebut terasa sangat aneh dan berat.

"Itu adalah periode yang sangat ganjil dalam hidup saya," ujar Ariana, seperti dikutip dari People.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat itu saya sedang memproses banyak hal, dan saya selalu ingin bersembunyi di balik sesuatu yang terasa nyaman," lanjutnya.

Dia mengingat bahwa boots yang dikenakan memberinya rasa percaya diri. Namun secara mental, Ariana mengaku tidak memiliki energi untuk memikirkan soal busana.

ADVERTISEMENT

"Saat itu saya benar-benar tidak punya tenaga mental untuk memilih pakaian. Jadi pilihan paling mudah adalah memakai sweatshirt dan boots yang nyaman. Begitulah akhirnya," tuturnya.

MANCHESTER, ENGLAND - JUNE 04:  NO SALES, free for editorial use. In this handout provided by 'One Love Manchester' benefit concert (L) Liam Gallagher and Chris Martin perform on stage on June 4, 2017 in Manchester, England. Donate at www.redcross.org.uk/love  (Photo by Getty Images/Dave Hogan for One Love Manchester)Ariana Grande saat tampil di konser amal 'One Love Manchester' pada 4 Juni 2017 di Manchester, Inglis. Foto: Getty Images/Dave Hogan for One Love Manchester

Bintang film 'Wicked' ini diketahui menghadapi berbagai tantangan besar dalam periode tersebut. Pada 22 Mei 2017, sebuah serangan bom terjadi di konsernya di Manchester, Inggris, menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 500 lainnya. Sejak tragedi itu, Ariana kerap terbuka soal perjuangannya melawan kecemasan dan gangguan stres pascatrauma.

Dia juga sempat menghentikan turnya setelah insiden tersebut, namun kurang dari dua minggu kemudian kembali ke Manchester untuk menggelar konser amal bertabur bintang demi para korban serangan. Dalam surat untuk para penggemar yang dibagikan pada November 2018, Ariana menuliskan bahwa peristiwa pengeboman itu akan membuatnya "Terdiam dan dipenuhi pertanyaan seumur hidup."

Tak hanya itu, di tahun yang sama, Ariana juga harus menghadapi kehilangan besar setelah mantan kekasihnya, Mac Miller, meninggal dunia akibat overdosis pada 7 September 2018. Dalam wawancara untuk edisi sampul Vogue Agustus 2019, ia menyebut kesedihannya atas kepergian Miller sebagai sesuatu yang 'menguasai segalanya.'

"Apa yang kami miliki memang tidak sempurna, tapi... dia adalah orang terbaik," ungkapnya.

Ariana juga sempat membela diri dari serangan warganet yang menyalahkannya atas kematian Miller.

"Orang-orang tidak melihat hal-hal nyata yang sebenarnya terjadi, jadi mereka lantang bersuara tentang apa yang mereka kira. Mereka tidak melihat bertahun-tahun perjuangan, usaha, cinta, dan kelelahan," pungkasnya.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads